Suasana di Stadion Manahan, Solo, Minggu malam itu tegang. Persis Solo, yang harus bermain dengan sepuluh pemain, justru meraih kemenangan dramatis 2-1 atas Persik Kediri. Gol Bruno Gomes di menit ke-23 dan Roman Paparyga di penghujung laga, menit 86, menjadi penentu. Satu gol balasan Persik dicetak Jose Enrique Rodriguez.
Hasil ini jelas suntikan semangat besar, terutama bagi pelatih Milomir Seslija. Ia tampak begitu yakin peluang timnya untuk lolos dari jurang degradasi masih terbuka lebar.
Dalam konferensi pers usai laga, Seslija tak menyembunyikan kebanggaannya.
"Malam ini, kami menunjukkan karakter. Sebab, ini bukan laga yang mudah," ujarnya.
Ia mengakui timnya sempat dominan, tapi kemudian kebobolan oleh gol cantik lawan dari situasi yang nyaris tak berbahaya. "Dari tidak ada peluang, mereka bisa menyamakan kedudukan."
Namun begitu, Laskar Sambernyawa tak patah arang. "Kami tidak menyerah," tegas Seslija. Ia mengaku mengambil banyak risiko dengan strateginya karena kepercayaannya yang penuh pada skuadnya. Baginya, kemenangan ini bisa jadi batu loncatan. "Kami hanya butuh satu hasil yang positif untuk bisa mengukir catatan positif berikutnya."
Kemenangan di kandang sendiri ini memang penting. Setelah sekian lama menunggu, tiga poin penuh akhirnya kembali diraih. Momentumnya harus dijaga. Tantangan ke depan masih panjang, tapi setidaknya malam ini, harapan itu masih menyala terang di Solo.
Artikel Terkait
KPK Ungkap Motif Pribadi dan Biaya Politik Jadi Pemicu Korupsi Kepala Daerah
Trump Kirim Utusan ke Islamabad untuk Negosiasi dengan Iran
Satgas Cartenz Sita Ratusan Senjata Tradisional Pasca Baku Tembak di Yahukimo
Kementerian Kebudayaan Gelar Peringatan 71 Tahun KAA, Usulkan Kawasan Asia Afrika ke UNESCO