Kalista Group dan INVI Jalin Kerja Sama dengan Tiga Operator Transjakarta Percepat Elektrifikasi 10.000 Armada

- Jumat, 22 Mei 2026 | 10:00 WIB
Kalista Group dan INVI Jalin Kerja Sama dengan Tiga Operator Transjakarta Percepat Elektrifikasi 10.000 Armada

Penandatanganan nota kesepahaman antara PT Kalista Nusa Armada (Kalista Group) dan PT Energi Makmur Buana (INVI) bersama tiga operator Transjakarta di ajang Busworld Southeast Asia 2026 menjadi tonggak baru dalam percepatan elektrifikasi transportasi publik di Indonesia. Ketiga operator yang dimaksud adalah PT Biro Perjalanan Wisata Pahala Kencana, PT Bayuholong Persada, dan Koperasi Jasa Angkutan Arief Rachman Hakim.

Kolaborasi ini dirancang sebagai langkah strategis untuk mendukung target ambisius Transjakarta yang ingin mengelektrifikasi penuh lebih dari 10.000 armadanya pada tahun 2030. Pendekatan yang digunakan mengadopsi model fleet-as-a-service (FaaS) dan layanan by the service (BTS), sebuah skema yang memungkinkan operator tidak perlu mengeluarkan investasi besar di awal.

Dalam skema kerja sama ini, Kalista Group berperan sebagai penyedia solusi ekosistem kendaraan listrik komersial secara terintegrasi. Sementara itu, INVI bertindak sebagai penyedia armada bus listrik. Ketiga operator Transjakarta, di sisi lain, akan menjalankan implementasi operasional bus listrik di lapangan.

Model kolaborasi ini lahir dari kebutuhan untuk menjawab sejumlah tantangan klasik dalam adopsi kendaraan listrik di sektor transportasi publik. Mulai dari tingginya biaya investasi awal, kebutuhan pembangunan infrastruktur pengisian daya, hingga persoalan keberlanjutan operasional armada dalam jangka panjang.

Persoalan tersebut turut menjadi topik utama dalam sesi talkshow bertajuk “Sinergi Wujudkan 100% Transportasi Publik Berbasis Listrik” yang digelar di Busworld Southeast Asia 2026. Diskusi tersebut menyoroti urgensi percepatan elektrifikasi di tengah kebutuhan efisiensi energi dan target dekarbonisasi nasional.

“Tantangan utama operator terletak pada tingginya investasi awal dan kebutuhan pembangunan infrastruktur. Karena itu, sinergi antarpemangku kepentingan menjadi penting, mengingat elektrifikasi transportasi publik di Indonesia terus berkembang. Transjakarta, misalnya, menargetkan 100% elektrifikasi pada 2030 dengan lebih dari 10.000 armada,” ujar Direktur Pengembangan Bisnis Kalista Group, Yoga Adiwinarto, dalam keterangan resminya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya berperan sebagai enabler untuk mempercepat dan mempermudah adopsi kendaraan listrik bagi operator. Alih-alih membebani operator dengan investasi besar di awal, model layanan ini memungkinkan transisi menuju armada listrik dilakukan dengan risiko yang lebih rendah. Hal itu dimungkinkan melalui skema operating lease dan dukungan ekosistem yang lebih komprehensif, mulai dari pemilihan kendaraan, pemasangan infrastruktur pengisian daya, perawatan berkala, hingga dukungan operasional.

“Hingga saat ini, Kalista mengoperasikan sebanyak 26 bus listrik di Transjakarta dengan hasil positif setelah lebih dari dua tahun operasional, termasuk efisiensi biaya energi hingga 75% dan pengurangan emisi sebesar 28% dibandingkan bus konvensional,” ungkap Yoga.

Dalam implementasinya, Kalista mengintegrasikan armada dengan Fleet Management System (FMS) melalui K-Move Dashboard. Sistem ini memungkinkan pemantauan operasional secara real-time dan memberikan visibilitas menyeluruh terhadap pola penggunaan kendaraan.

Dari sisi kendaraan, INVI telah melakukan pengujian terhadap unit bus listrik merek HIGER tipe high deck 12-meter dan 7,5-meter selama tiga bulan dalam dua tahap. Tahap pertama dilakukan tanpa penumpang untuk menguji aspek teknis seperti GPS, announcer, dan running text. Selanjutnya, pengujian dilakukan di koridor 6B rute Ragunan–Balai Kota. Hasil uji coba unit 12-meter menunjukkan performa positif dengan konsumsi energi mencapai 0,8 km/kWh, sementara unit 7,5-meter masih dalam proses pengujian.

“Bagi INVI, kolaborasi menjadi hal yang sangat krusial dalam menciptakan layanan transportasi publik yang efisien dan efektif. Kami memahami bahwa transportasi publik memiliki peran vital dalam mobilitas masyarakat Jakarta. Oleh karena itu, kami sebagai distributor terintegrasi selalu berupaya untuk menekan breakdown yang dapat terjadi melalui SLA perawatan, dukungan mekanik tersertifikasi standar HIGER, ketersediaan suku cadang, serta penerapan standar HSE agar operasional harian selalu terjaga,” ujar Direktur Utama INVI, Alif Sasetyo.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar