Seorang pegawai di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purbalingga, tepatnya di wilayah Karangreja Tlahab Lor 1, akhirnya dipecat. Penyebabnya? Sebuah status WhatsApp yang kontroversial. Status itu berisi kalimat "Peregengan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur". Ucapan itu langsung memicu badai di media sosial.
Tak lama setelah kegaduhan itu, sang pegawai pun muncul dengan permintaan maaf.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mengenai postingan saya yang pada akhirnya membuat gaduh, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya," tulisnya dalam sebuah tangkapan layar yang beredar.
Ia mengakui status yang dibuatnya itu keliru. Bahkan, kata-kata yang dipilihnya sendiri dianggapnya tidak pantas untuk diucapkan.
Artikel Terkait
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Lebaran 2026 pada 19 Maret
DPR Dukung Sikap Prabowo: Bertahan di Board of Peace untuk Pengaruhi Isu Palestina
KPK Dalami Asal Usul Uang Jatah THR Bupati Cilacap
PLN EPI Perketat Koordinasi Pasokan Batu Bara untuk Jaga Stabilitas Listrik