Seorang pegawai di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purbalingga, tepatnya di wilayah Karangreja Tlahab Lor 1, akhirnya dipecat. Penyebabnya? Sebuah status WhatsApp yang kontroversial. Status itu berisi kalimat "Peregengan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur". Ucapan itu langsung memicu badai di media sosial.
Tak lama setelah kegaduhan itu, sang pegawai pun muncul dengan permintaan maaf.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mengenai postingan saya yang pada akhirnya membuat gaduh, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya," tulisnya dalam sebuah tangkapan layar yang beredar.
Ia mengakui status yang dibuatnya itu keliru. Bahkan, kata-kata yang dipilihnya sendiri dianggapnya tidak pantas untuk diucapkan.
"Apabila kata-kata saya menyakiti saudara semua, dari lubuk hati yang paling dalam dan dengan setulus hati, saya memohon maaf. Ini akan menjadi pelajaran bagi saya agar berhati-hati dalam bertindak, berbicara, atau memilih kata. Sekali lagi saya memohon maaf," ucapnya.
Gelombang kritik itu sendiri muncul setelah akun Instagram @infopurbalingga.id mengunggah tangkapan layar status tersebut. Reaksi warganet beragam, dari yang kecewa sampai marah.
Menanggapi hal ini, pihak SPPG pun mengambil langkah tegas. Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Purbalingga, Mei Sandra, menyatakan bahwa pegawai tersebut telah diberhentikan.
Sandra juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang terjadi. Ia berharap insiden seperti ini tidak terulang lagi, dan mengingatkan seluruh jajaran SPPG di Purbalingga untuk lebih bijak.
Artikel Terkait
ASDP Kembangkan Pelabuhan Tanjung Uban di Bintan untuk Perkuat Konektivitas dan Gerbang Maritim Kepri
Gibran Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum Roy Suryo dan Dr Tifa
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Karet di Tangerang, 16 Mobil Damkar Dikerahkan
Polda Metro Jaya Tahan Roy Suryo dan Dokter Tifa atas Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Palsu Jokowi