Seorang pegawai di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purbalingga, tepatnya di wilayah Karangreja Tlahab Lor 1, akhirnya dipecat. Penyebabnya? Sebuah status WhatsApp yang kontroversial. Status itu berisi kalimat "Peregengan sik, sebelum menghadapi komentar rakyat jelata yang kurang bersyukur". Ucapan itu langsung memicu badai di media sosial.
Tak lama setelah kegaduhan itu, sang pegawai pun muncul dengan permintaan maaf.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mengenai postingan saya yang pada akhirnya membuat gaduh, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya," tulisnya dalam sebuah tangkapan layar yang beredar.
Ia mengakui status yang dibuatnya itu keliru. Bahkan, kata-kata yang dipilihnya sendiri dianggapnya tidak pantas untuk diucapkan.
"Apabila kata-kata saya menyakiti saudara semua, dari lubuk hati yang paling dalam dan dengan setulus hati, saya memohon maaf. Ini akan menjadi pelajaran bagi saya agar berhati-hati dalam bertindak, berbicara, atau memilih kata. Sekali lagi saya memohon maaf," ucapnya.
Gelombang kritik itu sendiri muncul setelah akun Instagram @infopurbalingga.id mengunggah tangkapan layar status tersebut. Reaksi warganet beragam, dari yang kecewa sampai marah.
Menanggapi hal ini, pihak SPPG pun mengambil langkah tegas. Koordinator Wilayah SPPI Kabupaten Purbalingga, Mei Sandra, menyatakan bahwa pegawai tersebut telah diberhentikan.
Sandra juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian yang terjadi. Ia berharap insiden seperti ini tidak terulang lagi, dan mengingatkan seluruh jajaran SPPG di Purbalingga untuk lebih bijak.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi