Gelombang transfer pemain keturunan Indonesia kembali memanas. Pemicunya? Kiper Maarten Paes yang kabarnya bakal hijrah ke Ajax Amsterdam. Situasi ini punya efek domino, lho. Klub-klub di BRI Super League jadi makin melirik para diaspora sebagai target. Dan satu nama yang paling santer dibicarakan adalah Ragnar Oratmangoen. Peluangnya untuk main di Indonesia di awal 2026 disebut-sebut terbuka lebar.
Memang, bursa pemain keturunan kita lagi ramai-ramainya. Publik sempat dihebohkan dengan kabar Paes yang tinggal selangkah lagi ke Ajax, klub besar Belanda itu. Menurut jurnalis transfer kondang Fabrizio Romano, perpindahan kiper berusia 26 tahun itu bakal bersifat permanen dari FC Dallas.
Kontraknya diprediksi mengikat hingga 2029. Tes medis rencananya segera digelar, sementara dokumen-dokumen administratif sedang disiapkan oleh agennya. Prosesnya tinggal menunggu waktu saja.
Kepindahan Paes ini jelas jadi penegasan. Dia membuktikan bahwa pemain Timnas Indonesia bisa bersaing di level elit Eropa. Dia menyusul jejak Justin Hubner dan Dean James di Eredivisie, Kevin Diks di Jerman, Calvin Verdonk di Prancis, serta Jay Idzes dan Emil Audero di Italia. Prestasi yang patut diacungi jempol.
Namun begitu, ceritanya beda jauh di dalam negeri. Di BRI Super League, trennya justru berbalik. Beberapa pemain keturunan malah mempertimbangkan untuk pulang. Alasannya klasik: mencari menit bermain yang lebih banyak dan peran yang lebih sentral.
Setelah Shayne Pattynama resmi berseragam Persija dan Dion Markx ke Persib, sorotan kini mengarah ke Ragnar Oratmangoen. Pemain berusia 27 tahun yang kini membela FCV Dender di Belgia itu tampaknya sedang mencari angin baru.
Musim ini, catatannya kurang mentereng. Cuma 10 kali tampil dengan total 220 menit, plus satu gol. Kesempatan yang terbatas, ditambah kontraknya yang tinggal enam bulan lagi, membuat peluang untuk pindah terbuka sangat besar. Waktunya tepat untuk memulai babak baru.
Dulu sempat ada desas-desus dia akan ke Persija. Tapi, menurut sejumlah sumber, peluangnya justru lebih besar ke Persib Bandung atau Persebaya Surabaya. Kenapa? Faktor proyek jangka panjang dan kebutuhan teknis klub jadi pertimbangan utama.
Kalau ke Persib, Ragnar berpotensi dilatih Bojan Hodak. Pelatih asal Kroasia itu punya reputasi bagus dalam mengolah pemain dengan karakter eksplosif dan fleksibel. Sistem serang Persib yang dinamis dinilai cocok untuk Ragnar, baik dia ditempatkan sebagai sayap maupun penyerang kedua.
Di sisi lain, Persebaya punya daya pikat bernama Bernardo Tavares. Pelatih asal Portugal itu dikenal sangat detail dalam membangun intensitas dan kepercayaan diri anak asuhnya. Hal itu mungkin jadi obat yang tepat bagi Ragnar untuk bangkit dan kembali menampilkan performa puncaknya.
Dari segi stabilitas, kedua klub itu juga menjanjikan. Persib adalah juara bertahan dengan struktur permainan yang sudah matang. Sementara Persebaya, di bawah Tavares, sedang membangun fondasi yang kokoh untuk jangka panjang. Lingkungan yang stabil tentu jadi faktor penting bagi pemain yang ingin berkembang.
Ngomong-ngomong soal pemain keturunan, Ragnar bukan satu-satunya. Sandy Walsh juga masuk radar beberapa klub Super League musim depan. Bek kanan berusia 30 tahun yang sekarang main di Buriram United itu disebut punya peluang besar karena faktor adaptasi dan kedekatannya dengan banyak pemain Timnas.
Masih ada lagi. Ivar Jenner dikabarkan diminati Persija dan Dewa United. Lalu, Joey Pelupessy juga disebut-sebut masuk dalam daftar incaran Persib Bandung. Pasar memang masih panas.
Jadi, bagi Ragnar Oratmangoen, keputusan untuk pulang ke Indonesia bukan cuma soal bergabung dengan klub besar. Ini lebih tentang menemukan tempat di mana perannya jelas, waktu mainnya cukup, dan lingkungan teknisnya mendukung. Dan saat ini, faktor-faktor itu sepertinya lebih terlihat di Persib Bandung dan Persebaya Surabaya. Pilihannya ada di tangannya.
Artikel Terkait
Persib Bandung Kehilangan Dua Pemain Inti Jelang Lawan Bhayangkara FC, Bojan Hodak Tetap Incar Tiga Poin
Arsenal Terancam Kehilangan Gelar Liga Inggris karena Selisih Gol di Tengah Persaingan Ketat dengan Manchester City
PSIS Semarang Rencanakan Revolusi Tim, Bidik Pulangkan Pratama Arhan dan Alfeandra Dewangga
Persib Wajib Menang Lawan Bhayangkara FC demi Jaga Asa Juara, Marc Klok: Lima Kali Main, Lima Kali Menang