MURIANETWORK.COM - Tekanan terhadap Thomas Frank sebagai manajer Tottenham Hotspur mencapai titik kritis menyusul kekalahan tandang dari Manchester United. Laporan media Inggris menyebut posisi pelatih asal Denmark itu kini sangat genting dan ia mungkin hanya akan mendapat satu pertandingan lagi untuk menyelamatkan jabatannya. Situasi ini kontras dengan kondisi di Newcastle United, di mana manajer Eddie Howe dikabarkan masih mendapat kepercayaan penuh dari dewan direksi meski timnya juga sedang mengalami tren hasil yang kurang memuaskan.
Masa Depan Frank di Ujung Tanduk
Kekalahan 2-0 di Old Trafford pada akhir pekan lalu semakin memperburuk catatan buruk Tottenham musim ini. Meski bermain dengan sepuluh pemain sejak dini hari setelah kartu merah Cristian Romero, penampilan tim dinilai kembali mengecewakan. Hasil itu meninggalkan Spurs di posisi ke-15 klasemen sementara, hanya selangkah lebih baik dari posisi akhir mereka musim lalu.
Atmosfer di sekitar klub pun terasa makin tegang. Kritik dari para pendukung kerap terdengar di tribun, mencerminkan ketidakpuasan yang meluas terhadap perkembangan tim. Dalam situasi seperti ini, kesabaran pemilik klub seringkali menjadi faktor penentu.
Menurut laporan yang beredar, situasi Frank kini berada di 'titik kritis'.
"Dia mungkin hanya akan diberi satu pertandingan lagi sebagai pelatih saat mereka bersiap menghadapi Newcastle United di Liga Primer minggu ini," ungkap sumber tersebut.
Rencana Cadangan dan Opsi Jangka Panjang
Seandainya keputusan pemecatan diambil, Tottenham disebut telah menyiapkan skenario transisi. Johnny Heitinga, yang saat ini merupakan bagian dari staf pelatih Frank, dikabarkan akan dipertimbangkan sebagai manajer sementara. Langkah ini akan memberi waktu bagi direksi untuk mencari pengganti permanen dengan pertimbangan yang lebih matang, tanpa terburu-buru.
Di antara nama yang kerap disebut sebagai kandidat kuat adalah mantan pelatih mereka, Mauricio Pochettino. Sang manajer asal Argentina diketahui terbuka untuk kembali ke London Utara, namun komitmennya bersama tim nasional Amerika Serikat hingga berakhirnya Piala Dunia menjadi kendala. Artinya, reuninya dengan Spurs, jika terjadi, baru mungkin terealisasi pada musim panas mendatang.
Artikel Terkait
Fu Haifeng, Legenda Bulutangkis China, Ternyata Berdarah Indonesia
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan