Airlangga Manfaatkan Panggung Davos untuk Pikat Raksasa Digital AS

- Minggu, 25 Januari 2026 | 07:24 WIB
Airlangga Manfaatkan Panggung Davos untuk Pikat Raksasa Digital AS

Gelaran World Economic Forum di Davos, Swiss, yang berlangsung 19-23 Januari lalu, tak cuma jadi ajang diskusi. Bagi Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, forum itu adalah kesempatan emas untuk menjaring investasi, terutama di sektor ekonomi digital yang sedang panas. Ia pun tak menyia-nyiakannya.

Di sela-sela acara, Airlangga menyambangi Indonesia Pavilion untuk bertemu dengan sejumlah pimpinan perusahaan digital raksasa asal Amerika Serikat. Pertemuan ini sekaligus jadi tindak lanjut dari perundingan tarif antara kedua negara.

"Beberapa perusahaan yang tertarik antara lain Nvidia, Amazon Web Service, Docusign, Crowdstrike, dan Cloudflare,"

kata Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/1).

Pembicaraan berjalan cukup intens. Menurut Airlangga, obrolan itu menyentuh tren ekonomi digital dan peluang investasi di tanah air. Fokusnya mengerucut pada beberapa bidang krusial seperti pusat data, keamanan siber, dan tentu saja, infrastruktur digital.

Dari dalam negeri, hadir perwakilan Nongsa Digital Park. Mereka mengelola KEK Nongsa di Batam, yang digadang-gadang bakal menjadi salah satu hub digital utama nasional. Kehadiran mereka menunjukkan kesiapan konkret Indonesia menyambut investasi tersebut.

Agenda Airlangga di Davos ternyata cukup padat. Di sisi lain, ia juga meluangkan waktu untuk bertemu dengan Menteri Investasi Yordania, Tareq Abu Ghazaleh. Pertemuan ini dihadiri pula oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani serta CIO Danantara, Pandu Sjahrir.

Mereka membahas langkah lanjutan dari nota kesepahaman antara Danantara dan Jordan Investment Fund. Intinya, mencari peluang investasi strategis di Yordania.

Secara keseluruhan, WEF memang jadi panggung strategis bagi Indonesia. Di forum bergengsi itu, Indonesia bisa menyuarakan arah kebijakan ekonominya di tengas situasi global yang penuh gejolak. Presiden Prabowo Subianto, dalam pidatonya, menekankan satu hal fundamental.

"Perdamaian dan stabilitas adalah aset paling berharga yang kita miliki. Keduanya bukanlah kemewahan, melainkan merupakan prasyarat utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bersama,"

tegas Prabowo.

Pernyataan itu seperti pengingat. Bahwa semua target investasi dan pembangunan yang digaungkan, pada ujungnya, membutuhkan landasan yang kokoh: situasi yang damai dan stabil.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar