Dengan tinggi dan fisiknya, dia diharapkan bisa menjadi ujung tombak yang andal. Cumic dikenal lebih sering berkeliaran di area kotak penalti lawan dan cukup tangguh dalam duel udara. Ini bisa jadi jawaban atas masalah yang kerap dialami lini depan PSM sepanjang putaran pertama.
Namun begitu, ekspektasi tentu perlu dikelola. Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasarnya sekitar Rp6,08 miliar. Angka itu memang mencerminkan harapan, meski catatan statistiknya bersama klub sebelumnya, Radnik Bijeljina, belum terlalu mencengangkan. Di sana, ia tampil 18 kali dengan catatan empat gol dan satu assist.
Memang, rekor itu belum bisa dibilang tajam untuk seorang striker asing. Tapi manajemen PSM rupanya melihat sesuatu yang lain. Mereka tertarik pada potensi jangka panjang Cumic, mengingat usianya yang masih muda dan ruang untuk berkembang di bawah sistem yang tepat.
Bergabungnya striker Serbia ini diharapkan jadi angin segar. PSM kerap kesulitan mematikan peluang di putaran pertama. Jika nanti diturunkan melawan Semen Padang, itu akan jadi panggung pertamanya. Kesempatan emas untuk langsung membuktikan diri dan menjawab kebutuhan tim akan sosok penyerang yang bisa membuat perbedaan.
Pada akhirnya, keputusan ada di tangan Tomas Trucha. Tapi dengan status yang sudah clear dan kondisi fisik yang siap, jalan menuju debut di GBH terbuka lebar. Tinggal menunggu hari H.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Hancurkan Korea Selatan 5-0 di Laga Pembuka Piala Asia
Duel Sengit Menanti Ana/Trias di 16 Besar Thailand Masters
Rizky Pellu Kembali ke Maluku, Bekal Malut United Kejar Puncak Klasemen
Gaji Quartararo dan Marquez di MotoGP 2026: Selisihnya Bikin Melongo