Dua Wajah Super League: PSM Investasi Muda, Malut Andalkan Veteran

- Selasa, 27 Januari 2026 | 16:30 WIB
Dua Wajah Super League: PSM Investasi Muda, Malut Andalkan Veteran

MAKASSAR – Musim Super League 2025/2026 baru saja bergulir, tapi sudah ada cerita menarik yang langsung mencolok. Bukan cuma soal taktik atau skor, melainkan tentang usia pemain. Ya, komposisi skuad antar klub ternyata menunjukkan dua wajah yang sangat berbeda.

Di satu sisi, ada PSM Makassar yang memilih jalan regenerasi dengan skuad muda. Sementara itu, di ujung lain, Malut United justru mengandalkan kematangan para veteran. Kontras ini bikin liga makin seru untuk ditunggu.

PSM dan Proyek Muda-Mudi

Kalau lihat data, PSM Makassar punya rata-rata usia pemain paling muda di liga: cuma 25,5 tahun. Tim besutan Tomas Trucha ini diisi 32 pemain, dengan sosok termuda adalah Muhammad Fahrul, anak 17 tahun yang naik dari tim U-18 klub.

Tapi jangan salah, mereka tetap punya penyeimbang. Kehadiran Rasyid Bakri yang sudah 35 tahun dianggap penting, bukan cuma di lapangan tapi juga di ruang ganti. Langkah ini sejalan dengan visi PSM yang ingin memajukan bibit-bibit akademi sendiri.

Meski fokus pada pemain muda, mereka tetap memanfaatkan kuota 10 pemain asing sepenuhnya. Tujuannya jelas: menjaga daya saing agar tetap bisa bersaing di papan atas.

Malut United: Taruhan pada Pengalaman

Nah, kalau Malut United ceritanya lain lagi. Mereka justru punya skuad tertua dengan rata-rata usia 29,6 tahun. Strateginya jelas: andalkan jam terbang dan kematangan untuk menghadapi kerasnya kompetisi.

Dua nama yang jadi andalan adalah duet penyerang senior, David da Silva dan Ciro Alves. Keduanya sudah menginjak usia 36 tahun, tapi diharapkan tetap menjadi mesin gol utama tim.

Selain Malut, tim seperti Dewa United dan Persik Kediri juga masuk kategori "berpengalaman", dengan rata-rata usia sama-sama 28,4 tahun.


Halaman:

Komentar