Menjelang akhir tahun 2025, optimisme terpancar dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Bank yang akrab disapa BTN ini yakin bisa mencapai target pertumbuhan kredit dan pembiayaan di kisaran 8 hingga 10 persen. Fokusnya, tentu saja, masih mengakar kuat di sektor perumahan.
Mereka tak hanya mengandalkan KPR konvensional, tapi juga program-program seperti KPR FLPP Sejahtera dan Kredit Program Perumahan (KPP). Menurut data terbaru, upaya itu membuahkan hasil. Hingga 30 November 2025, penyaluran kredit BTN telah menyentuh angka Rp386,47 triliun. Angka itu menunjukkan kenaikan 8,74 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, pertumbuhan juga terlihat dari sisi pendanaan. Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN melonjak 15,77 persen year on year, menjadi Rp423,96 triliun. Pencapaian ini tak lepas dari strategi bank untuk menggenjot dana murah atau CASA.
Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan bahwa kombinasi pertumbuhan kredit dan DPK itu mendorong aset perseroan melambung. Hingga akhir November lalu, total aset BTN mencapai Rp503,99 triliun, naik 12,16 persen dari tahun sebelumnya.
"Total aset tersebut telah melampaui target aset Rp500 triliun yang ditetapkan pada awal tahun 2025,"
kata Nixon pada Rabu, 17 Desember 2025.
Artikel Terkait
DPR Gelar Rapat Khusus, Polisi Ungkap Foto Pelaku Penyiraman KontraS
Empat Prajurit BAIS TNI Ditahan Terkait Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
Menkes Imbau Pemudik Motor Istirahat Tiap 2-3 Jam untuk Antisipasi Kecelakaan di Jalur Arteri
Askrindo Berangkatkan Ratusan Pemudik Gratis dengan Asuransi Jelang Lebaran 2026