BTN Pacu Kinerja, Aset Tembus Rp504 Triliun Jelang Akhir 2025

- Rabu, 17 Desember 2025 | 14:15 WIB
BTN Pacu Kinerja, Aset Tembus Rp504 Triliun Jelang Akhir 2025

Menjelang akhir tahun 2025, optimisme terpancar dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Bank yang akrab disapa BTN ini yakin bisa mencapai target pertumbuhan kredit dan pembiayaan di kisaran 8 hingga 10 persen. Fokusnya, tentu saja, masih mengakar kuat di sektor perumahan.

Mereka tak hanya mengandalkan KPR konvensional, tapi juga program-program seperti KPR FLPP Sejahtera dan Kredit Program Perumahan (KPP). Menurut data terbaru, upaya itu membuahkan hasil. Hingga 30 November 2025, penyaluran kredit BTN telah menyentuh angka Rp386,47 triliun. Angka itu menunjukkan kenaikan 8,74 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, pertumbuhan juga terlihat dari sisi pendanaan. Dana Pihak Ketiga (DPK) BTN melonjak 15,77 persen year on year, menjadi Rp423,96 triliun. Pencapaian ini tak lepas dari strategi bank untuk menggenjot dana murah atau CASA.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, mengungkapkan bahwa kombinasi pertumbuhan kredit dan DPK itu mendorong aset perseroan melambung. Hingga akhir November lalu, total aset BTN mencapai Rp503,99 triliun, naik 12,16 persen dari tahun sebelumnya.

"Total aset tersebut telah melampaui target aset Rp500 triliun yang ditetapkan pada awal tahun 2025,"

kata Nixon pada Rabu, 17 Desember 2025.

Pencapaian ini, lanjutnya, menunjukkan bahwa kinerja BTN tetap on track. Strategi penyaluran kredit yang lebih terarah dan upaya mengumpulkan dana murah di tengah tren penurunan biaya dana, rupanya bekerja dengan baik. Meski begitu, Nixon menegaskan bahwa BTN akan tetap berhati-hati dan cermat dalam langkah-langkahnya menutup tahun ini.

Ke depan, arahnya masih jelas. BTN akan tetap konsen pada penyaluran kredit perumahan, baik subsidi maupun non-subsidi, untuk menjawab kebutuhan hunian masyarakat. Mereka juga tak mengabaikan kredit korporasi untuk sektor-sektor pendukung, seperti real estate, listrik, hingga perdagangan besar.

Sementara untuk menghimpun dana, strategi peningkatan DPK berbiaya murah akan terus digenjot. Targetnya adalah nasabah ritel dan institusi menengah.

“Peningkatan DPK ritel ditunjang adanya solusi digital berupa superapp Bale by BTN yang terus meningkat di sisi jumlah pengguna dan transaksi, serta Bale Korpora untuk cash management korporasi dari berbagai sektor,”

tutur Nixon.

Lalu, bagaimana dengan laba? Performa yang solid ini ternyata juga berbuah manis. BTN membukukan laba bersih sebesar Rp2,91 triliun hingga November 2025, tumbuh 21,10 persen dari periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan kredit dan strategi pendanaan yang efisien menjadi penopang utamanya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler