Antusiasme itu sudah terlihat sejak hari pertama. Rasa bangga menyelimutinya begitu resmi berseragam kebanggaan ibu kota. Sejarah klub dan atmosfer panas The Jakmania yang fanatik, membuat momen ini terasa spesial baginya.
“Ini momen yang sangat membanggakan bagi saya. Seperti yang sudah saya sampaikan, Persija adalah klub terbesar di Indonesia. Melihat suporternya, stadionnya, dan atmosfernya, meski saya pernah datang ke sini sebelumnya, tetap saja ini terasa spesial,” kata Shayne, seperti dikutip dari laman resmi klub.
Ambisi pribadinya jelas: membantu Persija berjaya. “Saya sangat bahagia dan bersemangat untuk menunjukkan kemampuan saya, membantu tim, dan membuktikan kepada suporter bahwa kami pantas menjadi juara,” tambahnya.
Di sisi lain, ada nilai jual lain yang ia bawa: mentalitas. Shayne bertekad untuk tak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tapi juga semangat juang di lapangan. “Tentu saja, saya ingin membawa energi positif dan mentalitas pantang menyerah untuk memenangkan setiap laga,” tegasnya.
Semua ini tentu jadi angin segar, terutama untuk para penyerang. Dengan gaya ofensif dan overlap-nya, Pattynama diharapkan bisa menjadi sumber suplai bola yang andal. Nama-nama seperti Alaeddine Ajaraie dan Gustavo Almeida berpotensi mendapat lebih banyak peluang emas.
Pada akhirnya, kedatangannya adalah sebuah sinyal. Persija ingin lebih agresif, lebih variatif, dan lebih dominan di putaran kedua nanti. Dan Shayne Pattynama siap menjadi salah satu penggeraknya.
Artikel Terkait
Guardiola: Kalah dari West Ham, Impian Juara Premier League City Tamat
Herdman Bangun Tembok Udara dengan Kembalinya Baggott ke Timnas Indonesia
Persib Buka Suara Soal Isu Investasi Rp1,5 Triliun dari Jerman
Persib Kejar Gelar, Persebaya dan PSM Berjuang di Jalur Berbeda Jelang Akhir Musim