Ganda Taiwan dan Ritual Sungkem untuk The Daddies Bulutangkis

- Selasa, 27 Januari 2026 | 05:15 WIB
Ganda Taiwan dan Ritual Sungkem untuk The Daddies Bulutangkis

Pertama kali ramai dibicarakan usai French Open 2021. Lalu, di Malaysia Masters tahun berikutnya, mereka mengulangi hal serupa meski baru saja kalah. Yang menarik, di Denmark Open 2022, saat giliran mereka yang menang atas The Daddies, sikap hormat itu tak luntur. Mereka tetap mendatangi dan mencium tangan Hendra dan Ahsan.

French Open 2023 pun tak berbeda. Ritual itu kembali terekam kamera. Sepertinya, bagi Lu dan Yang, ini sudah jadi bagian dari etika pertandingan ketika berhadapan dengan dua legenda tersebut.

Di sisi lain, sikap Ahsan dan Hendra sendiri yang mungkin jadi pemicunya. Di dalam lapangan, mereka adalah kompetitor tangguh dengan segudang prestasi. Di luar lapangan, mereka dikenal rendah hati dan bersahaja. Kombinasi itulah yang rupanya menumbuhkan respek mendalam, tidak hanya dari penonton, tapi juga dari sesama pemain muda yang mengidolakan mereka.

Jadi, kisah Lu Ching-yao dan Yang Po-han ini lebih dari sekadar momen. Ini tentang tradisi dan penghargaan antar-generasi di dunia olahraga. Gestur sederhana mereka layak diacungi jempol, menunjukkan bahwa di tenging kerasnya persaingan, sportivitas dan rasa hormat tetap punya tempat yang istimewa.


Halaman:

Komentar