Kalau bicara soal rasa hormat di bulu tangkis dunia, ada satu momen yang selalu menarik perhatian. Itu adalah sikap ganda putra Taiwan, Lu Ching-yao dan Yang Po-han, terhadap legenda Indonesia, Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan. Mereka tak segan menunduk dan mencium tangan. Sungguh sebuah penghormatan yang jarang terlihat di lapangan berlevel internasional.
Ya, Ahsan dan Hendra memang bukan pemain biasa. Rekam jejak mereka berbicara sendiri. Julukan "The Daddies" bukan sekadar panggilan, tapi pengakuan atas kiprah dan kewibawaan mereka. Tak cuma di Indonesia, tapi juga di mata para pemain dari seluruh dunia.
Nah, Lu dan Yang ini contoh nyatanya. Mereka termasuk yang paling jelas menunjukkan rasa segan itu.
Setiap kali pertandingan usai, entah menang atau kalah, kedua pemain Taiwan itu kerap mendatangi Ahsan/Hendra. Mereka lalu mencium tangan kedua seniornya. Gestur itu terasa sangat personal, seperti seorang anak kepada ayahnya. Menurut sejumlah saksi, aura hormatnya benar-benar terasa.
Momen "sungkem" ini sudah terjadi berkali-kali.
Artikel Terkait
Perebutan Tiket Thailand Masters Dimulai, Lima Wakil Indonesia Tempur di Kualifikasi
Quartararo Tak Mau Lagi Terjebak Janji, Masa Depan di Tangan Yamaha
Marquez Waspadai Penurunan Performa di Hari Kedua Tes Sepang
Bagnaia Buka Suara: 90 Persen Kritik Tak Berguna Jelang MotoGP 2026