“Karena 90 persen di antaranya tidak berguna,” tegasnya tanpa basa-basi.
Namun begitu, pembalap berusia 29 tahun itu tak larut dalam omongan negatif. Ia justru sudah memandang ke depan, menyambut MotoGP 2026 dengan kepala dingin. Bagnaia mengakui, ia tetap membutuhkan kritik. Asalkan, kritik yang membangun.
“Pada akhirnya, saya bisa mengatasinya,” tandasnya. “Kalau kritiknya konstruktif, ya tepat untuk diterima, didengarkan, dan dicoba diterapkan. Tapi kalau tidak berguna, ya tidak perlu dipertimbangkan.”
Kini, fokusnya sudah beralih. Bagnaia akan segera mengikuti tes pramusim di Malaysia awal Februari, lalu dilanjutkan di Thailand. Semua itu persiapan menuju seri pembuka MotoGP 2026 di Sirkuit Chang, Buriram, akhir bulan itu juga. Ia punya misi untuk membungkam semua omongan, dengan cara yang paling meyakinkan: di lintasan.
Artikel Terkait
Quartararo Tak Mau Lagi Terjebak Janji, Masa Depan di Tangan Yamaha
Marquez Waspadai Penurunan Performa di Hari Kedua Tes Sepang
Tavares dan Persebaya: Ketika Stabilitas Klub Melahirkan Performa Gemilang
Persebaya Surabaya: Favorit Terselubung di Tengah Sorotan Persib dan Persija