Dan kontrol itu bertumpu pada duet Kambuaya dan Alexis Messidoro. Ditambah ancaman dari sayap lewat Marukawa dan Lilipaly, pertahanan Singo Edan bakal benar-benar diuji.
Namun begitu, Arema bukan tim yang datang cuma untuk jadi bulan-bulanan. Mereka punya misi mencuri poin. Marcos Santos sudah siapkan skema untuk meredam permainan tuan rumah. Keandalan Lucas Henrique di gawang, kokohnya barisan belakang, serta ketajaman trio Belo, Silva, dan Filho di depan, jadi modal mereka. Gol-gol lewat serangan balik cepat tampaknya jadi andalan.
Di balik semua persiapan itu, bisik-bisik tentang masa depan Kambuaya belum juga hilang. Rumor ke Persija seperti bara dalam sekam. Baru-baru ini, komentarnya di unggahan Instagram Rizky Ridho dengan deretan emoji langsung memicu tafsir liar dari para Jakmania. Api gosip kembali berkobar.
Kondisi Persija sendiri memang mendesak. Krisis gelandang parah. Van Basty Sousa cedera, Hanif Sjahbandi juga. Bahkan Aditya Warman, opsi cadangan, harus ditarik keluar di laga sebelumnya. Mereka sudah datangkan empat pemain baru, termasuk Fathur, tapi kebutuhan akan gelandang berpengalaman masih terasa banget. Nama Ivar Jenner sempat mencuat, tapi sepi kabar. Dalam situasi seperti ini, wajar jika nama Kambuaya, target lama yang tak kunjung kesampaian, kembali mencuat.
Jadi, bagaimana kedepannya? Sulit ditebak. Tapi untuk hari ini, satu hal jelas: Ricky Kambuaya fokus pada tugasnya sebagai kapten Dewa United. Dia memilih untuk menjawab semua spekulasi bukan dengan pernyataan, melainkan dengan aksi di lapangan hijau. Pintu ke Persija mungkin belum tertutup rapat, tapi setidaknya hingga peluit awal nanti berbunyi, loyalitasnya ada pada tim yang memberinya ban kapten.
Artikel Terkait
Bagnaia Buka Suara: 90 Persen Kritik Tak Berguna Jelang MotoGP 2026
Tavares dan Persebaya: Ketika Stabilitas Klub Melahirkan Performa Gemilang
Persebaya Surabaya: Favorit Terselubung di Tengah Sorotan Persib dan Persija
Persib dan Persija Gaduh, Persebaya Siap Menggigit Diam-diam