Memasuki babak kedua, ganti United yang tampil lebih agresif. Dan di menit ke-51, mereka berbalik unggul. Patrick Dorgu, pemuda yang tampil percaya diri itu, melakukan kombinasi one-two apik dengan Bruno Fernandes. Tanpa ragu, Dorgu melepaskan tendangan kaki kirinya dari luar kotak penalti. Bola menghantam mistar dahulu sebelum akhirnya masuk. Gawang Arsenal bobol lagi.
Tertekan, Arsenal membalas dengan segala daya upaya. Tekanan mereka akhirnya membuahkan hasil di menit ke-84, saat situasi jadi kacau di depan gawang United. Mikel Merino, yang baru saja masuk, menjadi pahlawan dengan menyodok bola dari jarak dekat usai sepak pojok yang tak bisa diamankan.
Namun, euphoria penyamaan kedudukan itu hanya bertahan tiga menit. United langsung merespon dengan cara yang spektakuler.
Matheus Cunha, yang juga baru masuk, mendapat bola di daerah tengah. Ia tak berpikir panjang. Sebuah tembakan melengkung dari jarak jauh dengan kaki kanannya meluncur sempurna ke pojok kiri gawang. Gol yang benar-benar mematikan!
3-2 untuk United. Itulah skor akhir yang bertahan, mengukuhkan tiga poin berharga mereka di markas salah satu rival terberat. Kekalahan pahit bagi Arsenal di kandang sendiri, sementara United pulang dengan senyum kemenangan.
Artikel Terkait
Leani Ratri Oktila Sabet Tiga Emas ASEAN Para Games, Semangat Baru dari Peran sebagai Ibu
Barcelona Hancurkan Real Oviedo, Yamal Sempurnakan Malam dengan Gol Salto
Kurzawa Sambut Sorakan Bobotoh, Persib Kokoh di Puncak Usai Tekuk PSBS Biak
38 Emas di ASEAN Para Games, Kontingen Atletik Indonesia Lampaui Target