Membaca gelagat ini, Tavares mengambil risiko. Tiga pemain Pedro Matos, Bruno Paraiba, dan Rachmat Irianto dimasukkan. Keputusannya langsung membuahkan hasil. Serangan Persebaya jadi lebih berstruktur, intensitasnya melonjak. PSIM, meski masih memegang bola, terlihat kehilangan arah.
Dan akhirnya, kebuntuan pecah di menit ke-73. Bruno Paraiba, yang baru saja masuk, menunjukkan aksi individu gemilang di dalam kotak penalti. Tendangan kerasnya tak terbendung. Gol debut yang sempurna sekaligus menjadi pembuka keran kemenangan. PSIM goyah.
Hanya sepuluh menit berselang, pukulan final datang. Rachmat Irianto, pemain pengganti lainnya, melakukan dribbling liar dari tengah lapangan. Ia menerobos pertahanan yang sudah buyar sebelum menempatkan bola dengan dingin ke sudut gawang. Gol itu bukan sekadar penambah angka. Ia adalah pernyataan: kami bisa mengendalikan jalannya pertandingan tanpa perlu memegang bola lama-lama.
Skor 0-3 bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Tiga poin penting dibawa pulang ke Surabaya, mengokohkan posisi Persebaya di peringkat keenam klasemen sementara Super League 2025/2026 dengan 31 poin.
Statistik pertandingan semakin mengukuhkan ironi tadi. PSIM memang lebih banyak menembak (15 versus 12), tapi cuma lima yang mengarah ke gawang. Persebaya, dengan enam shots on target, jauh lebih efisien. Di sektor bertahan, tim besutan Tavares itu melakukan 24 clearance dua kali lipat dari PSIM.
Yang menarik, sentuhan di kotak penalti hampir berimbang: PSIM 40, Persebaya 36. Ini membuktikan bahwa meski jarang memegang bola, Green Force tetap bisa membawa ancaman ke area paling berbahaya lawan.
Dua laga. Lima gol. Penguasaan bola selalu di bawah sepertiga. Pesannya terang benderang: ball possession tanpa efektivitas dan ketajaman akhir hanyalah angka-angka yang hambar, tak punya nyawa.
Begitulah kenyataannya. Persebaya Surabaya sedang memberi kita semua pelajaran berharga musim ini. Sepak bola, pada akhirnya, bukan soal siapa yang paling lama menggendong si kulit bundar. Tapi tentang siapa yang paling jeli melihat celah, dan paling berani memanfaatkannya.
Artikel Terkait
Barcelona Hancurkan Real Oviedo, Yamal Sempurnakan Malam dengan Gol Salto
Kurzawa Sambut Sorakan Bobotoh, Persib Kokoh di Puncak Usai Tekuk PSBS Biak
38 Emas di ASEAN Para Games, Kontingen Atletik Indonesia Lampaui Target
Kapten PSM di Ujung Tanduk, Performa Turun dan Rumor Hijrah ke Persebaya