Persebaya Buktikan: Bola Bukan Segalanya, Efisiensi yang Bicara

- Minggu, 25 Januari 2026 | 21:30 WIB
Persebaya Buktikan: Bola Bukan Segalanya, Efisiensi yang Bicara

SURABAYA Apa artinya menguasai sebuah pertandingan? Persebaya Surabaya sepertinya sedang menulis ulang jawabannya. Dua kemenangan beruntun mereka datang dengan cara yang bikin data statistik modern mengernyit. Lima gol tercipta, sementara penguasaan bola mereka tak pernah lebih dari 27 persen. Sungguh sebuah tamparan untuk logika sepak bola konvensional.

Yang terbaru, PSIM Yogyakarta jadi korban. Di kandang sendiri, Stadion Sultan Agung, mereka tumbang 0-3 pada Minggu (25/1/2026) lalu. Yang mencengangkan, Persebaya hanya menguasai bola 26 persen sepanjang laga. Sebelumnya, Malut United yang mendominasi penguasaan bola hingga 81 persen juga harus menyerah 1-2. Persebaya cuma punya 19 persen penguasaan saat itu.

Angka-angka itu seperti tertawa mengejek dogma lama. Punya bola lebih banyak ternyata bukan jaminan apa-apa.

Lihat saja pertandingan melawan PSIM. Tuan rumah mendominasi dengan 74 persen penguasaan, melakukan 608 umpan dengan 532 di antaranya sukses. Jumlah yang fantastis. Di sisi lain, Persebaya cuma mengumpan 260 kali. Tapi dari yang sedikit itu, mereka punya akurasi 76 persen. Lebih pendek, lebih tajam, dan yang paling penting lebih mematikan.

Di bawah kendali Bernardo Tavares, tim ini tampil dingin dan sangat pragmatis. Formasi bertahan mereka rapat dan disiplin, menunggu dengan sabar, lalu menghajar balik lewat serangan balik yang cepat dan teliti. Mungkin tidak cantik dilihat dari grafik statistik, tapi hasil akhirnya tidak bisa dibantah.

Babak pertama berjalan cukup ketat. PSIM yang memegang kendali permainan, sementara Persebaya lebih memilih menguasai ritme dan kesabaran. Mereka tidak terpancing untuk menekan tinggi. Mereka hanya menunggu momen yang tepat.

Semuanya berubah di babak kedua. Awal paruh kedua itu, tepatnya menit ke-52, Bruno Moreira dan Francisco Rivera sudah memberi ancaman serius. Tempatkan Rivera masih bisa ditepis kiper Cahya Supriadi, tapi jelas sekali tempo permainan Persebaya mulai meninggi.

Tekanan itu berlanjut. Malik Risaldi melepas tembakan keras dari luar kotak penalti sepuluh menit kemudian, memaksa kiper PSIM bekerja ekstra. Momentum perlahan tapi pasti sudah beralih sepenuhnya ke tim tamu.


Halaman:

Komentar