Istora Senayan bergemuruh, Minggu (25/1) lalu, menyaksikan Alwi Farhan menuntaskan pertandingan final Indonesia Masters 2026 dengan cara yang nyaris tak terbendung. Lawannya, Panitchaphon Teeraratsakul dari Thailand, hanya mampu bertahan selama 25 menit sebelum menyerah dengan skor telak: 21-5 dan 21-6.
Kemenangan ini bukan sekadar angka. Bagi Alwi, ini adalah gelar juara BWF Super 500 pertamanya. Sebelumnya, prestasi tertingginya 'hanya' sebatas juara Indonesia Masters Super 100 dan Macau Open 2025 yang masuk kategori Super 300. Jadi, trofi di Jakarta ini jelas sebuah lompatan besar.
Dari bunyi "whistle" pertama, suasana sudah terasa berbeda. Bukan pertarungan ketat, melainkan demonstrasi. Alwi terlihat sangat nyaman, menguasai lapangan dengan "smash" berkecepatan tinggi dan "netting" yang licin. Teeraratsakul tampak kebingungan, terus menerus bereaksi alih-alih beraksi. Hasilnya, interval gim pertama dicapai dengan keunggulan 11-4 untuk sang tuan rumah.
Dan setelah jeda pendek itu, Alwi justru semakin menggila. Tekanannya makin menjadi. Hanya satu poin yang ia berikan kepada sang lawan sebelum akhirnya menutup gim pertama 21-5. Sangat cepat, sangat dominan.
Artikel Terkait
Masa Depan Yuran di PSM Makassar Terancam Usai Banjir Kritik
Trucha di Ujung Tanduk, Rekor Buruk PSM Makassar Kian Miris
Messi dan Ronaldo Ternyata Bukan Raja Sepatu Emas, Ini 5 Nama yang Mengungguli Mereka
Malaysia Sapu Bersih Gelar, Raymond/Joaquin Takluk di Final Indonesia Masters