Duka Pratama Arhan dan Penolakan Ibu terhadap Poligami Insanul Fahmi

- Minggu, 07 Desember 2025 | 16:10 WIB
Duka Pratama Arhan dan Penolakan Ibu terhadap Poligami Insanul Fahmi

Berita Terpopuler: Duka untuk Pratama Arhan dan Kisah Rumit Insanul Fahmi

Hari ini, kabar duka menyelimuti dunia sepak bola tanah air. Pratama Arhan, bek andalan Timnas Indonesia, harus kehilangan sosok ayah tercinta, Sutrisno. Sang ayah dikabarkan telah meninggal dunia, meninggalkan duka yang mendalam bagi sang pemain dan keluarganya.

Rasa duka ini pun menyebar, tak hanya di kalangan keluarga. Asnawi Mangkualam, rekan satu tim Arhan, juga turut menyampaikan belasungkawa. Lewat sebuah video singkat, ekspresi prihatinnya terlihat jelas. Ia turut merasakan kehilangan yang dialami sahabatnya itu.

Bahkan, dari pihak mantan keluarga pun turut bersimpati. Nurul Anastasya, ibunda dari Azizah Salsha yang pernah dikabarkan dekat dengan Arhan, menyampaikan duka citanya. Rupanya, kabar ini menyentuh banyak hati.

Drama Keluarga Insanul Fahmi

Di sisi lain, berita seputar kehidupan pribadi Insanul Fahmi masih terus menjadi sorotan. Kali ini, Wardatina Mawa, sang istri, membongkar sifat asli suaminya. Menurutnya, Fahmi adalah sosok yang selama ini selalu menyayangi istri dan anak-anaknya. Saking baiknya, Mawa mengaku sempat tak percaya bahwa pria itu tega berselingkuh.

Nah, menariknya, meski ada gosip perselingkuhan, hubungan Mawa dengan keluarga besar Insanul Fahmi disebut masih tetap baik. Hal ini terlihat dari beberapa kesempatan di mana mereka masih berinteraksi dengan hangat.

Namun begitu, rupanya jalan rumah tangga Fahmi tidak mulus. Kabarnya, ibunda Insanul Fahmi sendiri tidak setuju bahkan sampai menyebut "tidak setuju dunia akhirat" dengan keputusan putranya untuk berpoligami dan menikah siri dengan Inara Rusli. Penolakan dari sang ibu ini tentu menambah rumit situasi yang sudah ada.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar