AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Venezuela Usai Penangkapan Maduro

- Minggu, 11 Januari 2026 | 18:55 WIB
AS Desak Warganya Segera Tinggalkan Venezuela Usai Penangkapan Maduro

Pemerintah Amerika Serikat punya pesan mendesak buat warganya yang masih berada di Venezuela: segera pergi. Peringatan ini muncul tepat seminggu setelah penangkapan dramatis terhadap Presiden Nicolas Maduro.

Lewat sebuah peringatan keamanan yang dirilis hari Minggu (11/1/2026), Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa situasi di sana masih sangat tidak stabil dan sulit diprediksi. Intinya, kondisinya berbahaya.

“Karena penerbangan internasional sudah beroperasi lagi, warga AS di Venezuela harus segera meninggalkan negara itu,” begitu bunyi pernyataan resmi mereka.

Peringatan itu juga menyoroti ancaman dari kelompok milisi bersenjata, yang dikenal sebagai "colectivos". Mereka dikabarkan kerap menggeledah mobil-mobil, mencari warga Amerika atau barang bukti yang menunjukkan dukungan terhadap AS. Risiko penggeledahan dan penahanan sewenang-wenang disebut sangat nyata.

Latar belakang dari semua ini tentu saja penangkapan Maduro. Aksi itu digelar pada Sabtu pagi, tanggal 3 Januari, oleh pasukan elite Delta Force atas perintah Presiden AS Donald Trump. Operasinya kilat, dan hasilnya, sang pemimpin sayap kiri itu langsung dibawa keluar dari Venezuela.

Menurut laporan, Maduro kemudian diterbangkan ke wilayah AS dengan pengawalan ketat dari FBI. Ada gambaran yang beredar dimana ia terlihat turun dari tangga pesawat Garda Nasional, dikelilingi oleh agen-agen federal.

Rencananya, dia akan dibawa ke Kota New York untuk menjalani proses hukum. Tuduhannya berat: terlibat dalam perdagangan narkoba dan terorisme narkoba.

Washington sendiri sudah memberikan penjelasan resmi. Mereka menuduh Maduro dan sejumlah pejabat Venezuela lainnya bertanggung jawab atas serangkaian kejahatan terorganisir itu. Namun begitu, pemerintah di Caracas tentu saja membantah semua tuduhan tersebut. Bagi mereka, ini adalah aksi ilegal dan pelanggaran kedaulatan.

Jadi, pesannya jelas. Bagi warga AS yang masih di sana, sekaranglah waktunya untuk pulang. Situasinya dianggap terlalu berisiko untuk ditunggu lebih lama lagi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar