Pemerintah Amerika Serikat punya pesan mendesak buat warganya yang masih berada di Venezuela: segera pergi. Peringatan ini muncul tepat seminggu setelah penangkapan dramatis terhadap Presiden Nicolas Maduro.
Lewat sebuah peringatan keamanan yang dirilis hari Minggu (11/1/2026), Departemen Luar Negeri AS menegaskan bahwa situasi di sana masih sangat tidak stabil dan sulit diprediksi. Intinya, kondisinya berbahaya.
“Karena penerbangan internasional sudah beroperasi lagi, warga AS di Venezuela harus segera meninggalkan negara itu,” begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Peringatan itu juga menyoroti ancaman dari kelompok milisi bersenjata, yang dikenal sebagai "colectivos". Mereka dikabarkan kerap menggeledah mobil-mobil, mencari warga Amerika atau barang bukti yang menunjukkan dukungan terhadap AS. Risiko penggeledahan dan penahanan sewenang-wenang disebut sangat nyata.
Latar belakang dari semua ini tentu saja penangkapan Maduro. Aksi itu digelar pada Sabtu pagi, tanggal 3 Januari, oleh pasukan elite Delta Force atas perintah Presiden AS Donald Trump. Operasinya kilat, dan hasilnya, sang pemimpin sayap kiri itu langsung dibawa keluar dari Venezuela.
Artikel Terkait
Cuaca Ekstrem dan Hujan Es Landa Bekasi, Sejumlah Pohon Tumbang Tutupi Jalan
Polisi Buru Preman Pelaku Pemalakan Rp100 Ribu kepada Sopir Bajaj di Tanah Abang
Perundingan AS-Iran di Islamabad Buntu, Nasib Gencatan Senjata Dipertanyakan
Ayah Tunanetra di Boyolali Hidupi Anak dari Jualan Cilok, Anak Kedua Dapat Sekolah Gratis