Gelombang Pemain Diaspora Serbu Super League, Siapa Lagi yang Ikut Pulang?

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:30 WIB
Gelombang Pemain Diaspora Serbu Super League, Siapa Lagi yang Ikut Pulang?

Jakarta lagi-lagi ramai dengan kabar pemain Timnas. Kali ini, bukan soal hasil pertandingan, tapi tentang tren yang sulit diabaikan: semakin banyak pemain keturunan yang memilih pulang dan berlaga di Super League. Dulu, liga kita mungkin cuma jadi tempat pensiun atau pelarian. Sekarang? Tampaknya sudah berubah jadi destinasi yang serius.

Shayne Pattynama baru saja resmi berseragam Persija. Itu cuma yang terbaru. Sebelumnya, sudah ada sederet nama: Rafael Struick, Jordi Amat, Thom Haye, dan Eliano Reijnders. Mereka bukan cuma numpang lewat. Mereka jadi andalan.

Dan rupanya, daftarnya masih akan bertambah. Dua gelandang timnas, Ivar Jenner dan Joey Pelupessy, juga dikabarkan masuk radar klub-klub besar. Jenner dikaitkan dengan Persija dan Dewa United. Sementara Pelupessy disebut-sebut sebagai target utama Persib untuk mengisi lini tengah musim depan.

Namun begitu, sorotan media justru sedang mengerucut pada dua nama lain yang lebih mapan: Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh.

Mari kita lihat Ragnar dulu. Pemain berusia 28 tahun ini masih terikat kontrak dengan FCV Dender EH di Belgia hingga Juni 2026. Tapi situasinya di klub itu agak mengkhawatirkan. Musim ini, dia hanya tampil dalam 10 pertandingan dengan total 220 menit bermain. Satu gol berhasil dicetak, tapi jelas menit bermain yang terbatas itu bisa bikin pemain berpikir ulang.

Apalagi, menurut data Transfermarkt, Ragnar sedang mengalami cedera lutut. Kabar buruk? Bisa jadi. Tapi bagi manajer klub Indonesia yang jeli, ini justru bisa jadi peluang untuk melakukan pendekatan lebih awal, sambil memantau proses pemulihannya.

Di sisi lain, ada Sandy Walsh yang kondisinya berbeda. Bek kanan berusia 30 tahun ini sedang berada di puncak kematangan. Saat ini dia membela Buriram United di Thailand – kebetulan, satu klub dengan Shayne Pattynama. Faktor itu saja sudah membuat spekulasi hijrahnya ke Indonesia terdengar masuk akal.

Dengan segudang pengalaman di Eropa, terutama bersama KV Mechelen, Sandy dianggap sebagai paket siap pakai. Klub-klub besar seperti Persebaya, Persija, Persib, hingga Dewa United konon sudah mengincarnya. Usianya yang sama persis dengan Thom Haye saat bergabung ke Persib seolah jadi pertanda baik.

Jadi, apa yang sebenarnya terjadi? Tren ini bukan kebetulan. Super League perlahan berubah menjadi magnet baru bagi pemain diaspora. Dulu, liga kita cuma mengandalkan atmosfer suporter. Sekarang, ada stabilitas, eksposur media yang masif, dan yang paling penting: peran sentral dalam skuat Timnas Indonesia. Itu daya tarik yang kuat.

Kalau nanti Ragnar dan Sandy benar-benar menyusul Shayne Pattynama pulang, pesannya jelas sekali: kasta tertinggi sepak bola Indonesia sedang naik daun. Para pemain yang punya pilihan pun mulai melirik.

Bursa transfer masih panjang. Satu hal yang pasti, gelombang pemain pulang kampung ini belum akan berhenti. Ceritanya masih panjang, dan kita semua jadi saksinya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar