Menuju semifinal ini, jalan mereka juga tidak mudah. Di babak perempatfinal, Raymond dan Joaquin harus berjuang mati-matian untuk menaklukkan senior sekaligus unggulan, MURIANETWORK.COM Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Mereka menang tipis setelah pertarungan sengit tiga gim, 18-21, 21-19, dan 21-14. Kemenangan itu sendiri sudah seperti pernyataan.
Bagi Joaquin yang berusia 20 tahun, turnamen ini adalah panggung untuk menunjukkan identitas mereka. Momentum, katanya, harus diraih dengan kedua tangan.
“Kami sangat muda, jadi kami harus seperti selalu menjaga semangat itu. Ya. Jadi kami bermain dengan kecepatan dan kekuatan, karena begitulah cara Gen Z bermain,” tegas Joaquin.
Nah, Sabtu nanti di Istora, semua akan dipertaruhkan. Misi balas dendam dua pemain muda melawan pengalaman pasangan senior. Siapa yang akan maju ke final? Tunggu saja.
Artikel Terkait
Hartman Tantang Jepang, Kelma Dukung Timnas, dan Shane Gabung Persija
Jetlag Ancam Debut Tiga Pemain Asing Persebaya di Kandang PSIM
Pertaruhan Nyawa Persijap Jepara di Hadapan PSM Makassar
Elkan Baggott Terjebak di Ipswich, Opsi Pulang ke Super League Menguat