Lanny pun mengakui betapa tekanan sempat menggerogoti konsentrasinya. Di momen-momen genting, dia terus mengingatkan diri sendiri.
“Waktu ketinggalan tadi, saat servis saya berkata dalam hati untuk sabar, sabar jangan terlalu nafsu. Lalu diingatkan kak Apri dan mbak Titin (coach Nitya Krishinda Maheswari), jangan buru-buru,” tutur Lanny.
Kemenangan keras ini membawa mereka ke babak semifinal, di mana tantangan yang jauh lebih berat sudah menunggu: unggulan pertama turnamen, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan dari Malaysia. Ini akan jadi pertemuan perdana mereka sebagai pasangan baru.
Tapi Apriyani punya modal percaya diri. Pengalaman individu di masa lalu jadi bekal berharga.
“Saya dan Lanny pernah menang dari mereka dengan pasangan kami masing-masing sebelumnya. Jadi kami cukup tahu kelebihannya Pearly apa, kelebihannya Thinaah apa,” kata Apri.
“Pokoknya harus fokus satu demi satu poin.”
Lanny sepakat. Baginya, persiapan mental adalah kunci berikutnya. “Di babak selanjutnya, kami mesti tingkatkan ketenangan dan keberanian kami di lapangan,” tegasnya.
Sayangnya, perjalanan wakil Indonesia lainnya harus terhenti di tahap yang sama. Siti Fadia Silva Ramadhanti dan Amallia Cahaya Pratiwi takluk dari pasangan Jepang, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi, dalam tiga gim 21-16, 11-21, dan 14-21.
Artikel Terkait
Sabar/Reza Tumbangkan Malaysia, Final Ganda Putri Indonesia Masters 2026 Pasti Diraih Tim Merah Putih
Tiga Pasangan Indonesia Sikat Lawan, Semifinal Indonesia Masters 2026 Dikuasai Tuan Rumah
Kelme Resmi Ambil Alih, Timnas Indonesia Berbalut Apparel Spanyol
Persebaya Siap Tancap Gas, PSIM Berbenah di Tengah Badai Cedera