Nah, juara bertahan yang lagi memimpin klasemen, Persib Bandung, jelas nggak mau ketinggalan. Mereka malah bikin gebrakan yang lebih gede. Namanya Layvin Kurzawa, bek kiri berusia 33 tahun yang punya segudang pengalaman di PSG dan level Eropa.
Konon, prosesnya tinggal selangkah lagi menuju pengumuman resmi. Kalau ini beneran terjadi, ini bakal jadi salah satu transfer terbesar dalam sejarah liga kita.
Pengalaman Kurzawa di level tertinggi sepak bola Eropa diharapin jadi kunci buat Maung Bandung. Bukan cuma buat pertahanin gelar liga, tapi juga buat jadi ancaman serius di kompetisi Asia nantinya.
Adu Kualitas di Sisi Kiri Lapangan
Ini nggak cuma soal gengsi siapa yang datangkan pemain lebih terkenal. Kedatangan mereka ini kebutuhan taktis yang nyata buat kedua tim.
Kurzawa, di usianya yang 33, bawa kematangan dan teknik kelas atas. Mungkin usianya udah nggak muda, tapi penglihatan dan visi permainannya diyakini masih jauh di atas rata-rata pemain lokal.
Di sisi lain, pilihan Persija pada Pattynama juga terlihat cerdas. Di usia 27, dia lagi di puncak performa. Dia udah adaptasi sama sepak bola Asia Tenggara berkat pengalamannya di Buriram United, jadi proses transisinya ke Persija diprediksi bakal lebih cepat dan mulus.
Intinya, Persib butuh figur pemimpin buat jaga konsistensi di puncak. Sementara Persija butuh energi dan kecepatan baru buat kejar ketertinggalan. Bek kiri mereka berdua bakal jadi motor serangan baru, soalnya baik Kurzawa maupun Pattynama dikenal sebagai fullback modern yang doyan maju.
Persaingan buat gelar juara sekarang nggak cuma soal taktik 11 pemain di lapangan. Tapi juga soal siapa yang bisa maksimalin kualitas bintang baru mereka lebih cepat. Duel "El Clasico" Indonesia di sisa musim ini dipastikan bakal lebih mewah, lebih sengit, dan lebih seru buat ditonton.
Artikel Terkait
Sabar/Reza Tumbangkan Malaysia, Melenggang ke Semifinal Indonesia Masters
Shayne Pattynama dan John Herdman Hangat Berbincang di Tribun SUGBK
Layvin Kurzawa Tiba di Bandung, Persib Segera Perkuat Lini Belakang
Kastaneer dan Sihir Merah Marun: Akankah Makassar Kembali Lahirkan Monster Baru?