"Awalnya syok juga. Soalnya tenis kan olahraga individual, tiba-tiba punya teammate. Ternyata, mereka sangat suportif. Benar-benar saling mendorong untuk jadi lebih baik," kenangnya.
Soal jurusan, pilihannya jatuh pada Sosiologi dengan pertimbangan yang cukup praktis.
"Status saya kan student-athlete, jadi harus pintar bagi waktu. Saya ambil Sosiologi karena beban kelasnya tidak sebanyak jurusan lain. Fokus saya memang lebih ke tenis," tambah Janice.
Di sisi lain, petenis asal Jakarta ini sama sekali tak ingin berpuas diri. Pencapaian di tahun 2025 dianggapnya bukan akhir. Ambisinya jelas: terus naik level dan berhadapan dengan yang terbaik.
"Sabalenka, tentu saja. Saya ingin sekali melawan pemain-pemain top 10 itu. Penasaran sih, pengalaman langsung lawan mereka seperti apa," tegas petenis yang kini menduduki peringkat 56 WTA itu.
Jadwal Janice Tjen di Australian Open 2026
20 Januari
- Tunggal putri: Janice Tjen vs Leylah Fernandez (Kanada).
- Ganda putri: Janice Tjen/Katarzyna Piter (Polandia) vs Daria Kasatkina (Australia)/Arina Rodionova (Australia).
Artikel Terkait
Kevin Diks Pimpin Daftar Pencetak Gol Pemain Asia di Bundesliga
Cedera Hamstring Ronaldo, Ancaman atau Alarm Palsu Jelang Piala Dunia 2026?
Pelatih Borneo FC: Rivaldo Pakpahan Layak Dipanggil Timnas
Kekalahan PSM Picu Aksi Suporter, Posisi Pelatih Trucha Dipertanyakan