Washington: Kerugian finansial yang dialami Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran ternyata sangat besar. Menurut data yang dihimpun media Anadolu, hanya dalam empat hari pertama operasi militer sejak 28 Februari 2026, AS kehilangan peralatan militer senilai hampir 2 miliar dolar AS. Angka itu setara dengan sekitar Rp33 triliun.
Kerugian terbesar datang dari sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar. Radar canggih bernilai sekitar 1,1 miliar dolar AS itu dilaporkan terkena serangan rudal Iran pada hari Sabtu. Pihak Qatar sendiri sudah mengonfirmasi bahwa radar tersebut rusak.
Namun begitu, bukan hanya serangan musuh yang jadi masalah. Insiden salah tembak justru terjadi di Kuwait pada hari Minggu. Sistem pertahanan udara negara sekutu itu malah menjatuhkan tiga pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik AS. Kabar baiknya, seluruh enam awak pesawat berhasil selamat. Sayangnya, pesawatnya hancur total. Biaya penggantiannya diperkirakan mencapai 282 juta dolar AS.
Iran juga tak main-main. Mereka menyerang markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Manama, Bahrain. Dua terminal komunikasi satelit dan beberapa bangunan besar hancur. Dari laporan intelijen sumber terbuka, terminal SATCOM yang dihancurkan adalah tipe AN/GSC-52B. Nilainya, termasuk biaya pemasangan, sekitar 20 juta dolar AS.
Di sisi lain, Iran mengklaim keberhasilan lain: menghancurkan komponen radar AN/TPY-2 dari sistem THAAD yang ditempatkan di Kota Industri Al-Ruwais, Uni Emirat Arab. Citra satelit yang beredar memang menunjukkan kerusakan di lokasi itu. Nilai radar yang rusak itu tak main-main, sekitar setengah miliar dolar AS.
Kalau dijumlahkan, total kerugian aset militer AS dalam periode singkat itu, menurut laporan Anadolu per 4 Maret 2026, mencapai 1,902 miliar dolar AS. Angka yang fantastis.
Pangkalan Militer AS Jadi Sasaran
Sejak konflik dengan Israel dan AS memanas, Iran dilaporkan menargetkan setidaknya tujuh lokasi militer AS di kawasan Timur Tengah. Sasaran mereka luas, mulai dari markas Armada Kelima di Bahrain, beberapa kamp dan pangkalan udara di Kuwait dan Irak, hingga Pelabuhan Jebel Ali di Uni Emirat Arab dan tentu saja, Al Udeid di Qatar.
Di Kuwait, situasinya cukup kacau. Foto-foto yang beredar menunjukkan atap runtuh di beberapa titik di Pangkalan Udara Ali Al Salem pasca serangan. Camp Arifjan menjadi lokasi tragis dimana enam personel militer AS tewas. Sementara itu, sebuah video yang viral memperlihatkan drone melayang di atas Camp Buehring sebelum akhirnya meledak di dalam perimeter pangkalan.
Menurut sejumlah saksi dan bukti visual yang diverifikasi The New York Times, instalasi militer di Bandara Internasional Erbil, Irak, juga berulang kali diserang. Asap dan api terlihat jelas. Citra satelit di hari Minggu pagi memperlihatkan empat struktur yang rusak parah atau bahkan hancur sama sekali.
Sementara itu, di Dubai, citra satelit Pelabuhan Jebel Ali menangkap kepulan asap dari sebuah bangunan besar di area rekreasi Angkatan Laut AS. Meski bukan pangkalan resmi, Jebel Ali adalah salah satu pelabuhan andalan AS di kawasan ini.
Fasilitas Diplomatik Turut Diserang
Serangan tidak hanya berfokus pada instalasi militer. Misi diplomatik AS di beberapa negara juga kena imbas. Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, dilaporkan terkena dua drone. Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyebutkan hanya terjadi kebakaran terbatas dan kerusakan material ringan. Namun, The Washington Post melaporkan kantor CIA di dalam kompleks itu juga ikut terdampak.
Kedutaan AS di Kuwait City tidak luput. Serangan menggunakan drone dan rudal ini disebut pejabat Kuwait sebagai aksi yang "brutal". Asap mengepul di sekitar kompleks, meski rincian kerusakannya masih simpang siur. Kedutaan itu kini ditutup sementara, staf non-esensial dan keluarga mereka sudah dievakuasi.
Konsulat Jenderal AS di Dubai juga jadi sasaran. Sebuah drone menghantam area parkirnya dan memicu kebakaran. Untungnya, api berhasil dipadamkan oleh petugas setempat. Tidak ada kerusakan struktural besar yang dilaporkan, tetapi suasana mencekam jelas terasa.
Artikel Terkait
Satpol PP Gerebek Pesta Miras di Indekos Metro, 7 Remaja Putri Diamankan
Houthi Siaga Penuh dan Ancam Tutup Selat Bab al-Mandeb
Jibom Brimob Sterilisasi GBK untuk Keamanan Womens Day Run
Tim SAR Natuna Uji Repeater di Puncak Gunung Ranai untuk Pastikan Sistem Komunikasi Darurat