Bupati Aceh Selatan Minta Maaf Usai Umrah di Tengah Banjir

- Selasa, 09 Desember 2025 | 09:18 WIB
Bupati Aceh Selatan Minta Maaf Usai Umrah di Tengah Banjir

Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, akhirnya angkat bicara. Ia meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat. Permintaan maaf ini muncul setelah ia ramai dikritik karena memilih berangkat umrah ke Tanah Suci, sementara wilayahnya sendiri sedang dilanda bencana banjir dan tanah longsor.

Ungkapan permintaan maaf itu ia sampaikan lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Selasa lalu.

"Saya H. Mirwan MS, selaku Bupati Aceh Selatan, dengan segala kerendahan hati, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan, keresahan dan kekecewaan banyak pihak," tulis Mirwan.

"Terutama kepada Bapak Presiden RI, H. Prabowo Subianto, dan Bapak Menteri Dalam Negeri, H. Tito Karnavian, serta Bapak Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf, dan juga kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, masyarakat Aceh, dan masyarakat Kabupaten Aceh Selatan," sambungnya dalam postingan tersebut.

Mirwan mengakui, keputusannya pergi di tengah musibah telah menimbulkan kegaduhan. Ia bilang hal itu menyita perhatian publik dan bahkan disebutnya mengganggu stabilitas. Meski begitu, ia berjanji akan fokus menangani dampak banjir.

"Kami menyadari bahwa kepergian kami di tengah musibah menyita perhatian publik dan mengganggu stabilitas nasional, kami berjanji akan terus bekerja bertanggung jawab terhadap Kabupaten Aceh Selatan pasca banjir," ujarnya.

Ia menambahkan, "Tetap bekerja keras untuk memulihkan kepercayaan publik dan yang paling penting memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa yang akan datang."

Desakan dari Internal Partai

Di sisi lain, tekanan justru datang dari partainya sendiri. Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR yang juga Ketua Harian DPP Gerindra, mengungkapkan bahwa partai telah mengambil langkah tegas.

Menurut Dasco, Gerindra sudah berkomunikasi dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Intinya, mereka meminta agar Mirwan dinonaktifkan sementara dari jabatannya sebagai bupati.

Langkah ini bukan yang pertama. Sebelumnya, Gerindra telah lebih dulu mencopot Mirwan dari posisi Ketua DPC partai di Aceh Selatan. Tindakan ini jelas menunjukkan betapa seriusnya partai menanggapi kontroversi yang terjadi.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar