Genangan air masih menguasai beberapa titik di Jakarta hingga hari Sabtu (24/6). Salah satu lokasi yang paling parah adalah Jalan Al Makmuriyah, di Pejaten Timur, Pasar Minggu. Banjir di sini sudah berlangsung sejak Kamis lalu (22/1), dan situasinya belum juga membaik.
Pada Sabtu siang, sekitar pukul 11.34 WIB, air masih terlihat menggenang cukup dalam. Ketinggiannya bahkan mencapai 120 sentimeter di beberapa titik. Bisa dibayangkan, air setinggi itu sudah setara dengan pinggang orang dewasa.
Rumah-rumah warga tak luput dari terjangan air. Sementara sebagian orang masih berusaha menguras rumah mereka, beberapa warga lainnya sudah mulai membersihkan lumpur yang mengotori jalan. Lumpur itu ditinggalkan air yang perlahan mulai surut. Di tengah aktivitas warga, petugas dari BPBD Jakarta Selatan dan PPSU Pasar Minggu terlihat sibuk melakukan penanganan di lokasi.
Lantas, apa penyebabnya? Menurut laporan resmi BPBD Jakarta Selatan, banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi ditambah luapan air dari Kali Ciliwung. Fakta yang cukup mengkhawatirkan, aliran kali itu ternyata berada tepat di belakang permukiman warga. Jadi ketika hujan deras datang, luapan air langsung mengarah ke pemukiman.
Artikel Terkait
Angkot Tua Bogor Harus Musnah, Wali Kota Tak Beri Kompromi
Angin Kencang di Sleman Tumbangkan Pohon, Kakek dan Cucu Tewas Tertimpa
Malaysia Tahan Dukungan untuk Dewan Perdamaian Gaza, Tuntut Jaminan Nyata
Dua Pekerja Tewas Tertimbun Longsor di Proyek Jalan Ungasan