Genangan air masih menguasai beberapa titik di Jakarta hingga hari Sabtu (24/6). Salah satu lokasi yang paling parah adalah Jalan Al Makmuriyah, di Pejaten Timur, Pasar Minggu. Banjir di sini sudah berlangsung sejak Kamis lalu (22/1), dan situasinya belum juga membaik.
Pada Sabtu siang, sekitar pukul 11.34 WIB, air masih terlihat menggenang cukup dalam. Ketinggiannya bahkan mencapai 120 sentimeter di beberapa titik. Bisa dibayangkan, air setinggi itu sudah setara dengan pinggang orang dewasa.
Rumah-rumah warga tak luput dari terjangan air. Sementara sebagian orang masih berusaha menguras rumah mereka, beberapa warga lainnya sudah mulai membersihkan lumpur yang mengotori jalan. Lumpur itu ditinggalkan air yang perlahan mulai surut. Di tengah aktivitas warga, petugas dari BPBD Jakarta Selatan dan PPSU Pasar Minggu terlihat sibuk melakukan penanganan di lokasi.
Lantas, apa penyebabnya? Menurut laporan resmi BPBD Jakarta Selatan, banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi ditambah luapan air dari Kali Ciliwung. Fakta yang cukup mengkhawatirkan, aliran kali itu ternyata berada tepat di belakang permukiman warga. Jadi ketika hujan deras datang, luapan air langsung mengarah ke pemukiman.
Bait (51), salah seorang petugas BPBD Jakarta Selatan yang ditemui di lokasi, menjelaskan cakupan wilayah yang terdampak.
“Ada di RT 5 RW 8 serta RT 16 dan RT 17 RW 7,” ujarnya.
Dari ketiga RT itu, RT 17 RW 7 menjadi yang paling menderita. Genangan di sana masih setinggi 120 sentimeter. Sementara itu, kondisi di RT 5 RW 8 dan RT 16 RW 7 sedikit lebih baik, dengan ketinggian air sekitar 80 sentimeter. Meski begitu, tetap saja kondisi ini sangat merepotkan bagi penghuninya.
Artikel Terkait
Alex Marquez Menang di MotoGP Spanyol 2026 Usai Marc Marquez Jatuh, Bezzecchi Kokoh di Puncak Klasemen
Lebih 800 Alumni Unair Reuni di Jakarta, Hadirkan PADI Reborn hingga Bincang Strategis
Psikolog Ungkap Bahaya Merasionalkan Pelecehan: Tubuh Beri Sinyal, Jangan Diabaikan
IHSG Ambruk 3,38% ke 7.129, Analis Sebut Masih Rawan Koreksi