PERNYATAAN HUKUM
TIM ADVOKASI ANTI KRIMINALISASI AKADEMISI & AKTIVIS
TENTANG
PELAPORAN EGGI SUDJANA & DAMAI HARI LUBIS TERHADAP ROY SURYO & AHMAD KHOZINUDIN ADALAH KONFIRMASI STRATEGI PECAH BELAH & ADU DOMBA JOKOWI
Kejadiannya berlangsung di SPKT Polda Metro Jaya, 26 Januari lalu. Eggi Sudjana, didampingi pengacaranya Ellidaneti, resmi melaporkan Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin. Tak lama berselang, giliran Damai Hari Lubis yang melakukan hal serupa terhadap Ahmad Khozinudin. Inti laporannya sama: dugaan pencemaran nama baik dan fitnah, yang mereka sangkutkan dengan Pasal 433 dan 434 KUHP baru.
Menyikapi perkembangan ini, kami dari Tim Advokasi merasa perlu angkat bicara. Berikut poin-poin pernyataan sikap kami.
Pertama, aksi pelaporan ini bukan hal kebetulan. Ini justru mengonfirmasi sebuah pola. Strategi pecah belah dan adu domba di kubu pendukung Jokowi, tampaknya, sedang dijalankan dengan serius. Awalnya dengan terbitnya SP-3 yang diwarnai dugaan instruksi tertentu. Kini, lewat laporan polisi terhadap Roy Suryo dan Ahmad Khozinudin. Tujuannya jelas: mengalihkan perhatian publik dari kasus ijazah palsu yang membayangi. Dengan begitu, posisi Jokowi di pengadilan nanti diharapkan lebih aman.
Kedua, laporan Eggi Sudjana, Ellidaneti, dan Damai Hari Lubis ini tak cuma soal hukum. Ini soal karakter. Mereka mempertontonkan watak pengkhianat. Sekaligus membuktikan satu hal: ketiganya kini resmi menjadi bagian dari ‘Termul’ yang sepenuhnya melayani kepentingan politik Jokowi.
Ketiga, posisi mereka berdua di TPUA jadi problem serius. Eggi sebagai Ketum dan Damai sebagai Sekjen. Tindakan mereka merusak wibawa organisasi itu sendiri. Bisa-bisa publik memandang TPUA bukan lagi pembela ulama, tapi justru pelaku kriminalisasi terhadap sesama aktivis. Atas nama itulah, dengan hormat, kami mendesak otoritas terkait TPUA untuk menegur keduanya. Sekaligus memerintahkan pencabutan laporan itu.
Artikel Terkait
Hari Keenam Pasca-Longsor Cisarua, 41 Korban Berhasil Diidentifikasi
Markas Ormas di Medan Digerebek, Ternyata Sarang Judi Dingdong
Tanah Bergerak di Aceh Tengah, Jalan Utama dan Permukiman Warga Terancam
6.000 Lubang Jakarta Ditambal Darurat, Pasukan Kuning Siaga Hadang Hujan