Jaringan Narkoba Jakarta-Bekasi Digulung, Sabu 1,2 Kg dan Ribuan Ekstasi Diamankan

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 00:35 WIB
Jaringan Narkoba Jakarta-Bekasi Digulung, Sabu 1,2 Kg dan Ribuan Ekstasi Diamankan

Operasi pengungkapan jaringan narkoba di Jakarta dan Bekasi akhirnya membuahkan hasil. Kanit 3 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Abdul Muchzin GM, mengonfirmasi bahwa tiga orang pelaku berhasil diamankan. Barang buktinya tak main-main: sabu dengan berat lebih dari 1,2 kilogram dan ribuan butir pil ekstasi.

"Ada tiga orang pelaku yang diamankan di dua lokasi berbeda, yakni di wilayah Jakarta Pusat dan Kota Bekasi,"

ujarnya kepada awak media pada Jumat lalu.

Semuanya berawal dari laporan warga. Informasi dari masyarakat soal aktivitas mencurigakan di beberapa titik kemudian ditindaklanjuti tim penyelidik. Mereka pun mulai memburu target.

Di pinggir jalan kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, operasi dimulai. Dua orang pertama berhasil diringkus: TW (30) dan RN (17). Yang menarik, keduanya adalah pasangan suami-istri. Perannya pun terbagi. TW diduga sebagai bandar, sementara sang istri, RN, aktif membantu mengedarkan barang haram itu.

Dari tangan mereka, polisi menyita barang bukti. Empat ponsel, satu mobil, dan yang paling mencolok: empat bungkus plastik klip berisi 1.017 butir ekstasi.

Namun begitu, pengungkapan belum berakhir. Hasil pemeriksaan terhadap TW dan RN mengantarkan polisi pada seorang kaki tangan lain. Orang ini, DH (34), disebut-sebut bertugas menyimpan stok narkotika.

Tim kemudian bergerak cepat ke arah Cibubur, Bekasi. Di sebuah kontrakan, DH berhasil diamankan. Penggerebekan di lokasi kedua ini justru menghasilkan temuan yang lebih besar. Polisi mengamankan 434 butir ekstasi lagi, ditambah sabu seberat 1.272,43 gram. Tidak hanya itu, dua ponsel, dua timbangan digital, serta enam belas plastik klip kosong yang diduga untuk kepentingan pengemasan ikut disita.

Yang membuat kasus ini semakin muram, ketiga tersangka ternyata bukan pemain baru. Mereka adalah residivis, atau orang-orang yang berulang kali terlibat dalam kasus serupa. Saat ini, mereka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya untuk mengungkap jaringan yang lebih luas lagi.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar