Gedung Pemerintah Aceh Tamiang Bangkit, Berkat Tenaga Praja IPDN

- Jumat, 23 Januari 2026 | 23:36 WIB
Gedung Pemerintah Aceh Tamiang Bangkit, Berkat Tenaga Praja IPDN

Setelah berhari-hari terdampak bencana, suasana di kantor-kantor pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang akhirnya mulai terasa hidup lagi. Geliat ini muncul setelah para praja IPDN turun tangan membersihkan gedung-gedung yang berantakan. Mereka diterjunkan sejak awal Januari, dan upaya keras mereka kini mulai membuahkan hasil. Tujuannya jelas: memulihkan pelayanan publik secepat mungkin untuk masyarakat yang sangat membutuhkannya.

Menurut laporan harian yang dirilis Kamis lalu, progres pemulihan menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Halilul Khairi, Rektor IPDN, yang memantau langsung kegiatan ini, melaporkan bahwa dari total 33 gedung yang jadi target, kunci 19 di antaranya sudah bisa diserahkan. Artinya, pekerjaan di sana sudah dinyatakan selesai. Sementara itu, 14 gedung lainnya masih dalam proses pengerjaan.

“Dengan demikian, proses pemulihan pemerintahan yang dilaksanakan oleh Satgas Kemendagri menunjukkan efektivitas yang baik serta progres yang konsisten, dengan peningkatan hasil dari hari ke hari,”

kata Halilul dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/1).

Namun begitu, pekerjaan belum usai. Satgas Kemendagri sudah menyiapkan rencana lanjutan untuk hari-hari berikutnya. Agenda Jumat, 23 Januari, misalnya, sudah dipetakan dengan detail. Personel akan dibagi sesuai Target Operasi masing-masing. Tugasnya beragam, mulai dari mengangkut sisa lumpur dan barang-barang rusak, pembersihan mendalam di dalam ruangan, sampai persiapan untuk pengecatan. Bahkan, ada juga tugas pendataan untuk warga terdampak.

“Personel Satgas hari ini (Jumat) agar bertugas pada TO yang telah ditetapkan sesuai pembagian,”

tegas Halilul.

Ia juga memberi catatan khusus soal teknis. Pengangkutan material sisa bencana di sekitar tenda pengungsian harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu kenyamanan pengungsi. Untuk gedung-gedung yang lumpurnya sudah bersih, fokusnya beralih ke detail: membersihkan dinding, jendela, kaca, dan tentu saja, mengepel lantai sampai benar-benar bersih.

“Pada masing masing TO yang sudah selesai mengeluarkan lumpur, kotoran barang barang yang rusak/tidak perlu dari ruangan kantor, kegiatan pembersihan agar dilanjutkan dengan pembersihan dinding, jendela, kaca dan mengepel lantai agar bisa dimaksimalkan kebersihannya,”

jelasnya lebih lanjut.

Di sisi lain, tak hanya bersih-bersih. Ada upaya untuk mengembalikan semangat lewat pengecatan. Gedung-gedung pemerintahan akan dicat ulang untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman dan indah. Cat dan kuas sudah disiapkan, dan mekanismenya pun diatur agar hasilnya maksimal.

Yang tak kalah penting adalah pendataan. Satgas akan berkolaborasi dengan ASN Kemendagri untuk membantu BNPB. Tugas mereka adalah memverifikasi data kerusakan rumah dan kondisi penghuni sementara para korban bencana di Aceh Tamiang.

“Kegiatan akan dilaksanakan bersama ASN Kemendagri dalam membantu BNPB memverifikasi data kerusakan tempat tinggal dan penghuni sementara korban bencana Aceh Tamiang,”

terang Halilul.

Lalu, gedung mana saja yang sudah benar-benar siap? Daftarnya cukup panjang, mencakup berbagai instansi vital. Di antaranya adalah Badan Kesbangpol, Dinas Pendidikan, Kantor KIP, Dinas Tenaga Kerja, hingga BNN Kabupaten. Fasilitas publik seperti SDN 1 Karang Baru, Gedung Dharma Wanita, dan TK Adhyaksa juga termasuk yang sudah beres.

Tak berhenti di situ, sasaran pembersihan bahkan ditambah. Kantor Bupati, Bappeda, kantor ATR/BPN setempat, dan beberapa fasilitas lainnya kini masuk dalam daftar pekerjaan. Perlahan tapi pasti, normalitas berusaha dirajut kembali.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar