"Anda butuh pemain yang sudah merasakan intensitas dan kecerdasan taktik sepak bola dunia dan sepak bola internasional. Jadi, saya akan terus merekrut pemain yang kariernya menceritakan kisah terbaik. Dan karier sepak bola seseorang tidak berbohong, kalau Anda pemain top, Anda bermain di level tertinggi," ujar dia.
Namun begitu, dia tak mau melupakan akar. Pemain lokal, bagaimanapun, tetap jadi fondasi utama. Semangat dan komitmen mereka, kata Herdman, adalah sesuatu yang sangat berharga dan akan terlihat jelas di lapangan.
"Indonesia sekarang berada di tahap di mana banyak orang ingin bermain untuk negara ini. Dan para pemain lokal, semangat, energi, dan komitmen mereka akan sangat terlihat," tambahnya.
Wacana jangka panjang itu bagus. Tapi, di depan mata, agenda sudah menunggu dengan padatnya. Tahun 2026 akan jadi tahun pengujian. Dimulai dari FIFA Series pada Maret, lalu disusul serangkaian FIFA Matchday sepanjang tahun. Puncaknya adalah Piala AFF yang digelar akhir Juli. Rangkaian agenda ini jadi batu ujian pertama bagi Herdman. Dia dituntut untuk bisa menunjukkan hasil sambil tetap konsisten membangun tim menuju target besar 2030. Tantangannya nyata, dan sekarang waktunya bekerja.
Artikel Terkait
Jonatan Christie dan Ganda Putri Indonesia Hadapi Ujian Berat di India Open 2026
Herdman Buka Keran Naturalisasi, Tapi Hanya untuk Pemain Berkaliber Tinggi
Semenyo dan Cherki Bawa City Hampir Pasti ke Final Piala Liga
Masa Depan Douglas Luiz Terkatung-katung, Juventus dan Forest Sama-Sama Tak Ingin