Di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa lalu, suara tegas John Herdman memecah kesunyian ruang konferensi pers. Pelatih anyar Timnas Indonesia itu tak bertele-tele. Visinya jelas: membawa Garuda ke Piala Dunia 2030. Tapi, jalan menuju sana tidak mudah. Menurut Herdman, syarat mutlaknya adalah memiliki pemain berkualitas dunia. Tanpa itu, impian itu hanya akan jadi angan-angan belaka.
Persaingan di level internasional itu keras sekali. Herdman, arsitek asal Inggris yang dikontrak PSSI untuk dua tahun plus opsi perpanjangan, paham betul. Dia tak cuma menangani tim senior, tapi juga memegang kendali tim U-23. Ini proyek jangka panjang. Dan untuk bisa bertahan di panggung tertinggi, fondasinya harus kokoh. Membangun tim nasional, ujarnya, tak boleh setengah-setengah. Semuanya bermuara pada kualitas individu pemain.
"Untuk bisa bersaing di panggung dunia, Anda membutuhkan pemain level satu dan dua, pemain yang bermain di lima liga top dunia," tegas Herdman.
Pernyataannya itu seperti gambaran kasar peta yang akan dia jalani. Dia ingin anak asuhnya terbiasa dengan tekanan, intensitas, dan standar gila-gilaan sepak bola elite. Itu kunci utamanya.
Nah, bagaimana caranya mencapainya? Di sinilah soal naturalisasi muncul. Herdman membuka peluang itu lebar-lebar. Bagi dia, ini adalah langkah realistis untuk mendongkrak kualitas skuad dalam waktu yang relatif tak terlalu lama.
Artikel Terkait
Jonatan Christie dan Ganda Putri Indonesia Hadapi Ujian Berat di India Open 2026
Herdman Buka Keran Naturalisasi, Tapi Hanya untuk Pemain Berkaliber Tinggi
Semenyo dan Cherki Bawa City Hampir Pasti ke Final Piala Liga
Masa Depan Douglas Luiz Terkatung-katung, Juventus dan Forest Sama-Sama Tak Ingin