“Saya pernah bekerja di CONCACAF, saya punya pengalaman di sana,” akunya. Namun begitu, pikirannya tertuju pada potensi besar yang dia lihat di sini. “Saya percaya dengan negara yang punya populasi 280 juta penduduk, yang di mana 90 persennya mencintai sepakbola. Mereka sangat mencintai sepakbolanya.”
Baginya, Indonesia adalah tempat yang tepat. Dan dia ingin menjadi bagian dari sejarah saat negara ini melangkah ke tahap berikutnya.
Ambisi besarnya itu tak bisa disangkal. Dalam pernyataannya, dia berulang kali menegaskan bahwa fokusnya bukan sekadar peringkat atau pencapaian sesaat. Misinya lebih besar dari itu.
“Saya sebelumnya berada di Kanada ketika saya mengambil langkah, baik itu tim laki-laki maupun perempuan. Saya ingin berada di sini. Ini adalah kesempatan yang sangat menarik di dunia sepakbola. Bukan soal ranking, bukan soal tim ini bisa saja melangkah ke tempat yang lebih baik,” papar Herdman.
Nadanya penuh keyakinan ketika menyebut target utamanya. “Begitu banyak kesempatan di Indonesia untuk bisa melangkah ke tempat lain. Atau sekelompok pria atau fans yang pernah di sini sebelumnya, dan itu adalah ke Piala Dunia. Itulah misinya.”
Dan misi itu, sepertinya, telah menjadi obsesi hariannya. “Setiap hari saya terbangun, setiap hari ketika saya terbangun dari kasur, hal yang saya pikirkan, selain keluarga saya, untuk bisa meloloskan tim ini ke Piala Dunia,” pungkasnya.
Kini, tantangan itu resmi dimulai. Dia sudah punya bukti dengan Kanada. Pertanyaannya sekarang: bisakah dia mengulanginya di tanah air?
Artikel Terkait
Herdman Tak Mau Buang Waktu, Langsung Dekati Pemain Indonesia Satu per Satu
Herdman Buka Rahasia: Kontak dengan Pemain Inti Timnas Sudah Dimulai Sejak Natal
John Herdman Resmi Pimpin Garuda, Babak Baru Timnas Indonesia Dimulai
Carrick Kembali ke Old Trafford? MU Buru Pelatih Interim Lagi