John Herdman Resmi Pimpin Garuda, Babak Baru Timnas Indonesia Dimulai

- Selasa, 13 Januari 2026 | 10:25 WIB
John Herdman Resmi Pimpin Garuda, Babak Baru Timnas Indonesia Dimulai

Ballroom 1 Hotel Mulia, Senayan, pagi itu ramai. Pukul setengah sepuluh, John Herdman akhirnya muncul. Ia mengenakan kemeja putih sederhana dan jas hitam, ditemani istri serta kedua anaknya. Kehadirannya menandai akhir dari kekosongan kursi pelatih Timnas Indonesia yang berlangsung sejak Oktober tahun lalu.

Di sisi panggung, jajaran petinggi PSSI sudah menunggu. Erick Thohir, Zainudin Amali, Sekjen Yunus Nusi, dan Vivin Cahyani tampak menyambut dengan hangat. Suasana tegang bercampur haru.

Lalu, suara pembawa acara mengudara, memecah kesunyian.

"Dengan bangga, kami perkenalkan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman."

Herdman pun naik. Wajahnya penuh keyakinan. Pelatih berusia 50 tahun asal Inggris itu langsung menyampaikan visinya. Harapannya besar: membawa skuad Merah Putih melesat ke level yang lebih tinggi. Ia tak banyak bertele-tele, tapi kata-katanya terasa.

Namun begitu, tantangannya tidak kecil. Latar belakang Herdman memang mentereng. Sebelumnya, ia memegang kendali Toronto FC dari 2023 hingga 2024. Dan yang paling mencolok, ia sukses membawa Timnas Kanada selama lima tahun (2018-2023) dengan segudang pengalaman internasional. PSSI jelas mengincar itu semua.

Target terdekat? FIFA Series 2026. Untuk mencapainya, Herdman tidak bekerja sendirian.

PSSI juga memperkenalkan Cesar Meylan, seorang ahli dari Kanada, sebagai pelatih fisik. Tugas Meylan jelas: memastikan kondisi para pemain selalu prima, mendampingi Herdman menyiapkan tim yang tak hanya tangguh secara taktik, tetapi juga secara fisik.

Jadi, inilah babak baru. Dengan pendekatan modern dan pengalaman yang sudah tak diragukan lagi, harapan tertumpu pada Herdman. Bisakah ia menciptakan skuad Garuda yang benar-benar kompetitif dan disegani di pentas global? Waktu yang akan menjawab. Tapi untuk hari ini, semangat baru telah dinyalakan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar