Prabowo Resmikan Kilang Balikpapan Senilai Rp123 Triliun, Dampingi Panglima TNI

- Selasa, 13 Januari 2026 | 17:50 WIB
Prabowo Resmikan Kilang Balikpapan Senilai Rp123 Triliun, Dampingi Panglima TNI
Peresmian RDMP Balikpapan: Momen Bersejarah Kemandirian Energi

Panglima TNI Dampingi Presiden Resmikan Kilang Balikpapan, Proyek Senilai Rp123 Triliun Akhirnya Rampung

Udara di Balikpapan, Senin (12/1/2026) itu, terasa berbeda. Ada semacam getaran optimisme di kompleks Pertamina Refinery Unit V. Presiden RI, Prabowo Subianto, baru saja meresmikan proyek raksasa yang digadang-gadang sebagai tonggak baru kemandirian energi: Refinery Development Master Plan atau RDMP Balikpapan.

Tak sendirian, Presiden didampingi langsung oleh Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto. Kehadiran pucuk pimpinan TNI ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah isyarat kuat betapa strategisnya proyek ini di mata negara.

Di sisi lain, peresmian ini jelas bukan sekadar acara seremonial belaka. Ia adalah puncak dari kerja keras bertahun-tahun. Sebuah kolaborasi nyata antara pemerintah dan BUMN untuk benar-benar menggerakkan roda swasembada energi. Kalau dibilang ini proyek vital, itu bukan main-main.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo tak menyembunyikan kebanggaannya. Suaranya tegas, penuh keyakinan.

"Saya ucapkan terima kasih kepada semua unsur, semua pihak, semua jajaran personalia yang bekerja keras sehingga kita berhasil mencapai hal ini," ujarnya.

Ia menyebut para insinyur, pekerja, aparat keamanan, hingga masyarakat lokal. "Ini adalah prestasi yang sangat penting bagi negara dan bangsa," tambahnya.

Pesan intinya jelas: kemandirian adalah harga mati. "Di setiap bidang kehidupan kita harus menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang percaya diri, bangsa yang mampu berdiri di atas kaki kita sendiri," tegas Prabowo. Pernyataan itu seperti pengingat di tengah dinamika global yang serba tak pasti.

Lalu, seberapa besar sih nilai proyek ini? Angkanya bikin mata berkedip: USD 7,4 miliar, atau kira-kira Rp123 triliun. Dana yang fantastis itu berbuah pada peningkatan kapasitas yang signifikan. Kilang yang sebelumnya bisa mengolah 260 ribu barel minyak mentah per hari, kini sanggup menampung hingga 360 ribu barel.

Artinya apa? Ketahanan energi nasional dapat dorongan besar. Ketergantungan pada impor BBM, mudah-mudahan, bisa sedikit demi sedikit ditekan.

Kehadiran Panglima TNI di acara ini juga punya makna tersendiri. Ini adalah bentuk komitmen nyata kesatuan dalam mendukung setiap kebijakan strategis pemerintah, terutama yang menyangkut kedaulatan energi. Bagi TNI, penguatan di sektor ini bukan cuma urusan ekonomi, tapi juga langsung bersinggungan dengan pertahanan negara dan kesejahteraan rakyat.

Jadi, peresmian RDMP Balikpapan ini lebih dari sekadar peluncuran infrastruktur. Ia adalah pernyataan sikap. Sebuah langkah konkret Indonesia untuk menguasai nasib energinya sendiri. Dan hari itu di Balikpapan, langkah itu resmi dimulai.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar