Presiden Prabowo Perintahkan Evaluasi Total Buku Ajar Sekolah Demi Kejar Ketertinggalan dari Negara Lain

- Jumat, 12 Juni 2026 | 08:45 WIB
Presiden Prabowo Perintahkan Evaluasi Total Buku Ajar Sekolah Demi Kejar Ketertinggalan dari Negara Lain

Presiden Prabowo Subianto secara resmi menugaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti untuk membentuk tim khusus yang bertugas mengevaluasi seluruh buku ajar sekolah di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan untuk menyesuaikan materi pembelajaran dengan dinamika perkembangan zaman dan kemajuan teknologi yang semakin pesat.

Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara dalam sebuah rapat terbatas yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 11 Juni 2026. Rapat tersebut turut dihadiri oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Dalam keterangannya kepada awak media, Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa arahan presiden bersifat tegas dan mendesak.

“Beliau (Mendikdasmen) diberi tugas untuk sesegera mungkin membentuk tim untuk mempelajari buku ajar atau buku pelajaran bagi seluruh peserta didik kita, yang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, perkembangan teknologi,” ujar Prasetyo.

Proses evaluasi ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan relevansi materi dengan konteks kekinian. Lebih dari itu, pemerintah ingin menjamin bahwa kualitas buku pelajaran yang digunakan di dalam negeri mampu bersaing dengan buku-buku pendidikan dari negara lain. Prasetyo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh tertinggal dalam hal mutu bahan ajar.

“Kita tidak ingin kalah dengan buku-buku pelajaran dari luar,” kata Prasetyo.

Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengungkapkan bahwa rapat terbatas tersebut membahas sejumlah persoalan fundamental di sektor pendidikan. Presiden Prabowo, menurut Prasetyo, menyoroti berbagai aspek, mulai dari infrastruktur pendidikan hingga kesejahteraan tenaga pengajar. Diskusi yang berlangsung selama hampir dua jam itu menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah-masalah strategis di bidang pendidikan.

“Diskusi hampir dua jam lebih, betul-betul pemerintah dan Bapak Presiden sangat concern terhadap masalah pendidikan, baik mengenai infrastrukturnya, kemudian peningkatan gurunya,” kata Prasetyo.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar