Herdman Tak Mau Buang Waktu, Langsung Dekati Pemain Indonesia Satu per Satu

- Selasa, 13 Januari 2026 | 16:48 WIB
Herdman Tak Mau Buang Waktu, Langsung Dekati Pemain Indonesia Satu per Satu

John Herdman tak mau buang waktu. Sejak resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia, pria asal Inggris itu langsung menyelami dunianya yang baru. Caranya? Mendekatkan diri, satu per satu, kepada para pemain yang akan jadi ujung tombaknya.

Pendekatan itu bahkan sudah dimulai sejak liburan akhir tahun lalu. Herdman mengaku telah mengirimkan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru untuk para pemain beserta keluarga mereka. Tak cuma sekadar pesan singkat, dia juga sudah mengobrol panjang lebar dengan beberapa di antaranya.

"Sejak Natal sudah. Saya ucapkan selamat, lalu mulai berbincang dengan beberapa pemain," kata Herdman kepada para wartawan di Jakarta, Selasa kemarin.

Percakapan-percakapan awal itu, menurutnya, lebih bersifat perkenalan. Dia ingin para pemain mengenal siapa dirinya, dan sebaliknya. Obrolan itu melibatkan kapten tim dan para senior, meski belum menyentuh analisis mendalam tentang penampilan di Piala Dunia sebelumnya.

"Intinya, biar kami saling kenal dulu," ujarnya.

Namun begitu, prosesnya tak berhenti di situ. Sekitar dua minggu kemudian, Herdman menggelar konferensi video khusus dengan para pemimpin di dalam tim. Tujuannya jelas: menggali pandangan mereka. Dia penasaran, apa sebenarnya motivasi para pemain saat membela Indonesia, dan apa harapan mereka untuk perjalanan kualifikasi Piala Dunia mendatang.

"Saya ingin mengerti, benar-benar mengerti, apa yang mendorong mereka. Dan apa yang mereka inginkan dari perjalanan besar ini," tambah Herdman, menekankan poin tersebut.

Rencananya tak berhenti di obrolan virtual. Herdman ternyata sudah menyiapkan koper. Dia berencana terbang ke Eropa pada akhir Januari atau awal Februari nanti untuk menjenguk langsung pemain-pemain Indonesia yang berkiprah di luar negeri.

"Saya akan mendatangi mereka," tegasnya. Kunjungan itu bukan sekadar formalitas. Dia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana mereka berlatih, mendengarkan cerita mereka, sekaligus mengobservasi beberapa nama potensial yang mungkin bisa direkrut.

Tentu saja, jadwalnya akan jadi sangat padat. Tapi bagi Herdman, semua kesibukan itu wajib dilakukan. "Ini akan membuat saya sibuk setiap saat. Tapi mendengarkan para pemain, memahami perspektif mereka, itu hal terpenting untuk saat ini," pungkasnya. Langkah pertama, katanya, adalah membangun hubungan yang kuat. Segala sesuatu dimulai dari sana.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar