JAKARTA – Ternyata, John Herdman sudah lebih dulu menjalin kontak. Bahkan sebelum namanya resmi diumumkan sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia, pria asal Inggris itu sudah mengobrol dengan sejumlah pemain inti. Salah satunya adalah sang kapten, Jay Idzes.
Fakta ini baru terungkap di konferensi pers perkenalannya di Hotel Mulia, Senayan, Selasa lalu. Herdman mengaku, pendekatan personalnya dimulai jauh hari. Ia sudah tiba di Indonesia sejak Sabtu, tapi komunikasi awal dengan para pemain justru terjadi lebih awal lagi, tepat di momen pergantian tahun.
“Iya, saat Natal saya sempat mengucapkan selamat kepada para pemain yang sedang merayakan bersama keluarga,” ujar Herdman.
“Saya sudah bicara dengan kelompok inti tim. Bahkan ada percakapan panjang dengan kapten kami dan beberapa pemain senior lainnya,” tambahnya.
Namun begitu, obrolan-obrolan awal itu sifatnya masih sangat cair. Fokusnya bukan untuk membahas target besar macam Piala Dunia. Herdman lebih ingin membangun chemistry dan mengenal mereka sebagai pribadi dulu. “Cuma perkenalan diri saja,” katanya.
Rencananya, dalam dua minggu ke depan, ia akan menggelar konferensi video dengan para pemimpin di tim. Agenda kali ini bakal lebih mendalam. Herdman ingin menyelami pengalaman mereka selama kampanye kualifikasi sebelumnya. Ia penasaran dengan sudut pandang para pemain sendiri.
“Saya ingin tahu perspektif mereka, motivasi mereka, alasan mereka bermain untuk Indonesia, dan apa yang mereka harapkan dari perjalanan ini. Percakapan semacam itulah yang akan kami lakukan,” sambungnya.
Tak cuma lewat layar, Herdman juga berencana turun langsung. Di akhir Januari atau awal Februari nanti, ia akan terbang ke Eropa. Tujuannya jelas: menemui para pemain yang sedang membela klub di sana.
“Saya akan mengamati lingkungan latihan mereka, mendengarkan cerita mereka secara langsung, sekaligus mencari pemain lain yang mungkin siap untuk bergabung,” ungkap Herdman.
Jadi, fase awal kepemimpinannya ini akan dipenuhi oleh aktivitas mendengar. Menurut Herdman, memahami perspektif anak buah adalah langkah paling krusial sebelum masuk ke urusan taktik dan strategi pertandingan. “Ini akan jadi periode yang sibuk,” tutupnya. “Tapi mendengarkan mereka adalah hal terpenting saat ini.”
Artikel Terkait
Nathan Tjoe-A-On Kembali Bermain Usai Kasus Paspor, Willem II Raih Kemenangan
Pelatih Persija Ingatkan Konsistensi Jadi Kunci Kejar Gelar Juara
PSSI Siapkan Kompetisi Baru yang Berjalan Paralel dengan Liga Mulai 2026
NAC Breda Ajukan Banding ke Pengadilan Soal Status Paspor Dean James