Drama belum berakhir. Di menit 45 6, Madrid menyamakan lagi! Sepak pojok dimanfaatkan Dean Huijsen, sundulannya menghantam mistar. Bola muntah dan dalam situasi kacau, Gonzalo Garcia dengan reflek menendang bola masuk. Babak pertama ditutup dengan skor 2-2 yang sepenuhnya menggambarkan intensitas laga.
Statistik babak pertama cukup mencengangkan. Barcelona mendominasi penguasaan bola hingga 76 persen dan melepaskan 9 tembakan. Tapi Madrid efisien: semua 5 tembakan mereka mengarah ke gawang.
Babak kedua tak kalah seru. Kedua tim saling jual beli serangan, mencari celah untuk gol kemenangan. Peluang datang silih berganti, tapi gol ketiga baru tercipta di menit 73.
Lag-lagi Raphinha. Pemain asal Brasil itu melepas tendangan dari bibir kotak penalti sambil terjatuh. Bola yang meluncur liar menyentuh kaki Raul Asencio dan berbelok arah. Courtois, yang sudah bergerak, tak bisa berbuat apa-apa. Gol! 3-2 untuk Barcelona.
Menit 90 1 memanas. Frenkie de Jong mendapat kartu merah langsung setelah menekel keras Kylian Mbappe yang baru masuk. Dengan sepuluh pemain, Barcelona bertahan mati-matian. Madrid membombardir pertahanan mereka, mencari gol penyama, tapi usaha itu sia-sia.
Peluit panjang akhirnya berbunyi. Barcelona menang 3-2, mengangkat trofi, dan merayakan kemenangan di tanah Arab. Sebuah final yang benar-benar tak terlupakan.
Artikel Terkait
Prabowo Minta Maaf Gagal Bawa Pencak Silat ke Olimpiade, Serahkan Estafet ke Sugiono
Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala AFF 2026, Takluk 1-2 dari Thailand
Genoa Menang Dramatis 2-1 Atas Sassuolo dalam Laga Penuh Insiden
Pelatih Persebaya Kagumi Atmosfer SUGBK Meski Timnya Dibantai Persija