JAKARTA – Jagat maya kembali digegerkan. Kali ini, oleh sebuah video yang menampilkan aksi histeris seorang pemilik warung. Rekamannya viral, menyebar cepat dan memicu berbagai spekulasi. Dalam video itu, terlihat jelas bagaimana tempat usahanya baru saja ditertibkan atau lebih tepatnya, digusur oleh aparat Satpol PP.
Tapi tunggu dulu. Ceritanya ternyata tak sesederhana itu. Ada sesuatu yang jauh lebih gelap di balik penertiban ini. Sang pemilik warung, dengan wajah penuh kepedihan, mengungkapkan sebuah pengakuan yang bikin bulu kudu merinding. Intinya, dia mengaku rela ‘dikeloni’ atau ditiduri oleh Lurah Taslim. Tujuannya cuma satu: agar warungnya selamat dari gusuran.
Video yang kembali ramai pada Senin (23/2/2026) itu benar-benar menyayat hati. Perempuan itu tampak hancur, amarah dan keputusasaan bercampur jadi satu. Dia merasa dikhianati. Janji perlindungan dari oknum aparat desa ternyata cuma omong kosong belaka.
Dan kenyataan pahit pun datang. Alat berat tetap saja menggusur warungnya, merobohkan tumpuan hidup keluarganya hingga rata dengan tanah.
“Warunge nyong ambruk, jare arep dibantu!” teriaknya lantang, sambil isaknya tersedu-sedu.
Yang bikin publik semakin gempar, adalah keberaniannya membongkar dugaan syarat tak senonoh itu. Dengan logat Jawa Ngapak yang kental, dia bicara blak-blakan. Tuduhannya frontal: ada oknum yang menyalahgunakan jabatan untuk pemuasan nafsu pribadi.
Dia mengaku sempat diminta memberikan ‘imbalan’ berupa hubungan intim. Itulah harga yang harus dibayar agar warungnya aman.
“Ndi Lurahe dikon mene, Lurahe njaluk dikeloni nyong yo gelem!” tegasnya, suaranya penuh emosi dan tantangan.
Artikel Terkait
Real Madrid Usir Anggota Tribun yang Lakukan Salam Nazi di Bernabéu
Veda Ega Pratama Andalkan Kenangan Buriram untuk Debut Moto3 2026
Trucha Soroti Efektivitas Serangan sebagai Akar Masalah PSM
Juventus Pertimbangkan Emil Audero dalam Rencana Perombakan Kiper