Tapi, Pelita Jaya bukan tim yang gampang goyah. Di kuarter ketiga, mereka kembali menunjukkan soliditas. Disiplin dan kesabaran mereka bermain sangat kentara. Setiap kesalahan kecil Dewa United langsung dibayar tunai.
Persaingan di fase ini memang ketat. Sengit. Dewa United masih tertinggal tipis 23-24 di kuarter ketiga. Pertarungan fisik dan mental benar-benar diuji.
Sayangnya, memasuki babak penentu, kedewasaan Pelita Jaya berbicara. Mereka tak terburu-buru. Ritme permainan dikendalikan dengan matang, serangan tetap dijaga konsistensinya, sementara kebangkitan Dewa United berhasil diredam perlahan-lahan.
Kuarter keempat berakhir 24-20 untuk keunggulan Pelita Jaya. Skor akhir 98-82 pun tak terelakkan. Kemenangan penting mereka raih di laga perdana.
Dengan start seperti ini, Pelita Jaya langsung dicap sebagai penantang serius gelar juara. Sebaliknya, Dewa United punya pekerjaan rumah yang mendesak. Evaluasi harus cepat dilakukan agar tidak terperosok lebih dalam di pekan-pekan selanjutnya.
Artikel Terkait
Drama Gol dan Kartu Merah, Barcelona Kalahkan Madrid di Final Super Spanyol
Capirossi Buka Suara: MotoGP 2027 Akan Melambat Drastis
MU Tersingkir di Old Trafford, Brighton Hancurkan Mimpi Piala FA
Martinelli Gemilang, Arsenal Hancurkan Portsmouth di Piala FA