Iqbal mengakui, gelar juara SEA Games memberi suntikan kepercayaan diri yang besar. Tapi dia juga realistis. Dunia futsal Asia adalah level yang sama sekali berbeda, jauh lebih berat persaingannya.
Di sisi lain, sang kapten menyadari masih banyak pekerjaan rumah. Banyak aspek permainan yang masih perlu dibenahi sebelum menghadapi raksasa-raksasa Asia. Dia memilih untuk tidak bertele-tele membahas detail teknis. Itu, katanya, wilayah pelatih Hector Souto dan stafnya untuk mengevaluasi.
Jadi, beginilah adanya. Medali emas SEA Games 2025 adalah tonggak sejarah yang gemilang. Tapi sekaligus hanya menjadi batu pijakan. Tantangan sesungguhnya di depan mata pendukung sendiri baru akan dimulai awal 2026 nanti.
Artikel Terkait
Nathan Tjoe-A-On Dituding Sengaja Kena Kartu Kuning demi Timnas Indonesia
Veda Ega Pratama Jadi Harapan Asia di Papan Atas Klasemen Moto3 2026
Sancho Dipastikan Tinggalkan MU, Dortmund Jadi Tujuan Utama
Strategi Ban di Tengah Red Flag Bawa Veda Ega Pratama ke Podium Moto3 Brasil