Kevin Diks Akui Susah Tidur Usai Timnas Gagal ke Piala Dunia

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 12:00 WIB
Kevin Diks Akui Susah Tidur Usai Timnas Gagal ke Piala Dunia

MONCHENGLADBACH – Rasanya masih pahit. Kevin Diks tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah Timnas Indonesia gagal melangkah ke Piala Dunia 2026. Mimpi itu pupus, dan kini satu-satunya jalan adalah melupakan sejenak dan beralih fokus.

Perjalanan Skuad Garuda terhenti di putaran keempat kualifikasi zona Asia. Tanpa poin sama sekali. Di bawah asuhan Patrick Kluivert kala itu, Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi, lalu takluk lagi 0-1 dari Irak. Dua laga itu cukup untuk mengakhiri cerita dan menutup pintu ke turnamen terbesar sepak bola dunia.

Bagi Diks, kegagalan ini bukan sekadar angka di klasemen. Dampaknya lebih dalam, menyentuh sisi emosional yang mengganggu kesehariannya.

“Minggu pertama setelah itu, saya sulit tidur, terus memikirkan apa yang terjadi dan bagaimana itu terjadi. Anda mencoba memahami mengapa semuanya tidak berjalan sesuai harapan,”

ungkapnya pada Bundesliga, Jumat (12/12/2025).

Namun begitu, bek Borussia Monchengladbach itu mencoba melihat dari sudut lain. Dalam sepak bola, menurutnya, tidak semua turnamen akan jadi milikmu. Ada saatnya nasib tak berpihak.

“Tapi terkadang itu memang bukan waktu Anda, bukan turnamen Anda. Mungkin akan ada kesempatan berikutnya,”

sambung Diks, berusaha realistis.

Setelah tenggelam dalam kekecewaan sekitar seminggu, dia mulai membuka komunikasi dengan rekan-rekan setimnya di Timnas. Tujuannya sederhana: merajut kembali semangat yang sempat buyar.

“Setelah sekitar seminggu, saya mulai berbicara dengan beberapa rekan di Timnas Indonesia, dan kami sepakat bahwa ya, begitulah adanya dan kita tidak bisa mengubah masa lalu,”

tuturnya.

Lalu, ke mana arah setelah ini? Jawabannya jelas: Piala Asia 2027. Itulah target besar berikutnya yang sudah menunggu.

“Segala sesuatu terjadi karena alasan, dan kalau bukan turnamen ini, mungkin turnamen berikutnya. Sekarang kami harus fokus pada Piala Asia,”

tegas Diks.

Turnamen yang dijadwalkan di Arab Saudi pada awal 2027 itu sudah pasti diikuti Indonesia. Tiket mereka kunci sejak lolos ke putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia. Jadi, inilah momentum untuk bangkit. Sebuah kesempatan emas untuk membalas luka dan membangun ambisi baru, setidaknya untuk dua tahun ke depan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar