Setelah tenggelam dalam kekecewaan sekitar seminggu, dia mulai membuka komunikasi dengan rekan-rekan setimnya di Timnas. Tujuannya sederhana: merajut kembali semangat yang sempat buyar.
“Setelah sekitar seminggu, saya mulai berbicara dengan beberapa rekan di Timnas Indonesia, dan kami sepakat bahwa ya, begitulah adanya dan kita tidak bisa mengubah masa lalu,”
tuturnya.
Lalu, ke mana arah setelah ini? Jawabannya jelas: Piala Asia 2027. Itulah target besar berikutnya yang sudah menunggu.
“Segala sesuatu terjadi karena alasan, dan kalau bukan turnamen ini, mungkin turnamen berikutnya. Sekarang kami harus fokus pada Piala Asia,”
tegas Diks.
Turnamen yang dijadwalkan di Arab Saudi pada awal 2027 itu sudah pasti diikuti Indonesia. Tiket mereka kunci sejak lolos ke putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia. Jadi, inilah momentum untuk bangkit. Sebuah kesempatan emas untuk membalas luka dan membangun ambisi baru, setidaknya untuk dua tahun ke depan.
Artikel Terkait
Mario Suryo Aji Peringkat Ketiga di Latihan Bebas Moto2 Brasil
Hamilton Akui Tantangan Ekstra Era Regulasi Baru F1 2026
Veda Ega Pratama Catat P8 di FP1 Moto3 Brasil, Jadi Pembalap Honda Tercepat Kedua
Veda Ega Pratama Raih P8 di FP1 Moto3 Brasil, Ungguli Rival Asia Tenggara