Bulan Sya'ban kerap datang tanpa banyak gegap gempita. Sementara perhatian kita sudah melayang ke Ramadan yang sebentar lagi tiba, bulan yang satu ini seolah cuma numpang lewat. Padahal, posisinya yang terjepit antara Rajab dan Ramadan justru punya makna yang dalam. Bagi yang serius mencari ridho-Nya, Sya'ban ini ibarat gerbang penentu. Kualitas ibadah kita nanti di bulan suci, banyak ditentukan oleh persiapan di sini.
Makna di Balik Nama Sya'ban
Dari segi bahasa, kata Sya'ban (شعبان) punya akar kata 'Syi'ab', yang artinya jalan di atas gunung atau celah. Konon, penamaan ini berkait dengan kebiasaan masyarakat Arab dulu. Di bulan ini, mereka biasanya berpencar atau 'tasy'aba' mencari sumber air. Persiapan menghadapi terik musim panas yang tak kenal ampun.
Namun begitu, makna spiritualnya jauh lebih menarik. Sya'ban sering dimaknai sebagai bulan 'pancaran' kebaikan. Masa di mana catatan amal kita selama setahun diangkat untuk dilaporkan. Kalau Rajab itu ibarat musim menanam benih, maka Sya'ban adalah waktu merawat dan menyiraminya. Tujuannya jelas: agar panen di Ramadan nanti berlimpah. Mungkin inilah sebabnya bulan ini begitu personal bagi Rasulullah SAW. Sampai-sampai beliau menyebutnya dengan sebutan hangat: "Bulanku".
Lalu, apa saja yang mendasari sebutan khusus itu?
Pertama, Tentu Saja Hadis Nabi.
Landasan utamanya adalah sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Al-Dailami. Rasulullah SAW bersabda:
رَجَبُ شَهْرُ اللَّهِ، وَشَعْبَانُ شَهْرِي، وَرَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِي
“Rajabu syahrullâh, wa Sya’bânu syahrî, wa Ramadhânu syahru ummatî.”
Artinya cukup jelas: "Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadan adalah bulan umatku."
Kedua, Turunnya Perintah Bershalawat.
Ini alasan yang tak kalah penting. Menurut sejumlah riwayat, justru di bulan Sya'ban-lah ayat tentang perintah bershalawat diturunkan. Kita pasti hafal, Surat Al-Ahzab ayat 56:
Artikel Terkait
Iran Terpojok, Larijani Cari Solusi di Kremlin
Hoaks di Media Sosial: Jerat Hukum Keonaran dari Zaman Merdeka hingga Era Digital
Gerbong Penuh Penumpang Diserang, Ukraina Kecam Rusia Lakukan Teror di Rel Kereta
Ribuan Pejabat Serbu Sentul, Warga Diminta Waspadai Macet