Rob Parah Lumpuhkan Pelabuhan Sunda Kelapa, Aktivitas Bongkar Muat Mandek Total

- Sabtu, 06 Desember 2025 | 20:55 WIB
Rob Parah Lumpuhkan Pelabuhan Sunda Kelapa, Aktivitas Bongkar Muat Mandek Total

Jakarta Utara masih berjuang melawan banjir rob. Sudah beberapa hari ini, air laut tak mau beranjak dari kawasan pesisir, termasuk kawasan bersejarah Pelabuhan Sunda Kelapa di Pademangan. Sabtu lalu, suasana di sana mirip dengan danau luas, dengan genangan air yang diperkirakan mencapai satu meter.

Akses jalan menuju pelabuhan praktis lumpuh. Hanya truk-truk kontainer dan kendaraan besar yang masih nekat melintas. Itu pun dengan susah payah. Lalu lintas macet total, kendaraan merayap pelan sambil antre panjang. Situasinya benar-benar kacau.

Namun begitu, masalahnya tak cuma sampai di situ. Aktivitas inti pelabuhan, yaitu bongkar muat barang, ikut mandek total. Risiko kerusakan barang dan keselamatan pekerja dinilai terlalu tinggi untuk dipaksakan.

Jupri, seorang sopir truk kontainer yang terjebak di lokasi, menggambarkan situasi yang lebih parah di dalam area pelabuhan.

“Macet, nggak bisa aksesnya. Gimana mau bongkar muat? Di dalam lebih parah, di pelabuhan lebih parah,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyak rekan-rekannya memilih untuk berhenti sejenak. “Ya kegiatan dihentikan sementara, nggak bisa jalan. Kalau banjir begini gimana mau bongkar muat? Barang-barang berisiko. Nunggu air surut dulu,” kata Jupri lagi.

Sebenarnya, peringatan dini sudah lebih dulu dikeluarkan. Sejak awal bulan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta sudah meminta kewaspadaan. Mereka menyebut ada 11 kelurahan di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu yang berpotensi terkena rob hingga tanggal 10 Desember nanti.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, informasi ini bersumber dari peringatan dini BMKG Stasiun Maritim Tanjung Priok. Wilayah yang perlu siaga antara lain Kamal Muara, Pluit, Ancol, Marunda, hingga Tanjung Priok.

“Wilayah pesisir utara DKI Jakarta diimbau untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi menyebabkan banjir pesisir,” jelas Isnawa pada Senin lalu.

Lalu, apa pemicu rob kali ini? Menurut analisis BMKG, fenomena bulan purnama yang berbarengan dengan perigee atau supermoon jadi biang keroknya. Kombinasi ini mendongkrak pasang air laut lebih tinggi dari biasanya.

“Puncak pasang maksimum terjadi sekitar pukul 07.00–13.00 WIB,” tutur Isnawa. Jadi, warga di kawasan rawan harus bersiap-siap setiap siang dalam rentang waktu tersebut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar