MANADO - Kemenangan 2-1 atas Jangkers FC, Rabu (10/12) lalu, ternyata tak serta-merta membuat pelatih Persma Manado 1960, Feryandes Rozialta, merasa puas. Ada rasa ganjal yang masih tersisa di benaknya.
Diakui Feryandes, permainan tim yang masih baru ini belum sesuai harapannya. Proses seleksi memang masih berjalan, tapi soal taktik, implementasinya di lapangan belum sepenuhnya berjalan mulus. Beberapa pemain yang diberi kesempatan justru tampil di bawah ekspektasi. Performa mereka dinilai tak sejalan dengan apa yang sudah dilatihkan sebelumnya.
“Kita kan mau lihat hasil dari tiga sesi latihan kemarin,” ujar Feryandes.
“Dan hari ini yang kita lihat ada beberapa nama yang akan dicoret karena tidak bisa mengimbangi,” tambahnya, tegas.
Opsi pencoretan itu, menurutnya, justru akan membuka peluang. Ruang akan terbuka bagi pemain-pemain berkualitas lain untuk dipanggil masuk. Targetnya jelas: mencari yang benar-benar cocok dengan skema tim.
“Sebenarnya ada 25 yang akan kita daftarkan. Perlu diingat, kita tidak akan berpatokan dari nama-nama dari seleksi. Nantinya akan datang lagi beberapa pemain. Kita cari yang sesuai,” jelasnya.
Untuk saat ini, fokus tim masih pada pemain yang memenuhi regulasi, yakni kelahiran 2003. Proses pencarian dan penyaringan belum berakhir. Mereka sudah menjadwalkan uji coba lagi pada hari Sabtu mendatang, sebagai batu ujian berikutnya.
Jadi, meski menang, jalan Persma Manado 1960 masih panjang. Feryandes dan anak asuhnya tak punya banyak waktu untuk berpuas diri.
Artikel Terkait
Krisis Internal Real Madrid: Enam Pemain Inti Dilaporkan Berseberangan dengan Pelatih Jelang El Clasico
Duel Pembalap Asia Tenggara Warnai Moto3 Prancis: Veda Ega Tantang Unggulan Hakim Danish di Le Mans
Barcelona dan Bayern Munich Bersaing untuk Anthony Gordon, Newcastle Pasang Harga Rp1,5 Triliun
Persebaya Surabaya Jadi Ancaman Terbaru di Super League Usai Tiga Kemenangan Beruntun Tanpa Kebobolan