“Ada satu regulasi yang akhirnya kita berpisah. Tapi silaturahminya tidak hanya sebatas hubungan kerja. Kita sangat mengapresiasi Devon yang sudah menjadi simbol Rans Simba,”
Katanya lagi.
Selain pemain dan pelatih, ada kabar gembira dari sisi manajemen. Dito Ariotedjo, sang mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, akhirnya kembali aktif. Dia sempat absen dua sampai tiga tahun karena tugas negara.
“Saya sudah dua sampai tiga tahun off. Alhamdulillah bisa balik lagi. Klub ini memasuki tahun kelima. Alhamdulillah dari awal kita bangun kita sudah memprediksi di tahun kelima semifinal. Tapi Allah memberikan anugerah lebih cepat bisa semifinal di tahun keempat,”
Ujar Dito dengan penuh syukur.
Dengan pelatih baru, pemain segar, dan manajemen yang kembali kompak, atmosfer di kamp Rans Simba Bogor terasa berbeda. Mereka tak cuma siap tempur. Mereka siap mengguncang IBL 2026 dan mengejar mimpi tertinggi yang belum kesampaian.
Artikel Terkait
Arsenal Tersendat di City Ground, Peluang Juara Semakin Renggang
Liverpool Gagal Maksimal di Anfield, Burnley Curi Poin Berharga
Liverpool Beralih ke Dua Bek Elite Eropa Setelah Gagal Rekrut Marc Guehi
Samator Bangkit dari Jurang Kekalahan, Tumbangkan Medan Falcons dalam Laga Lima Set Mencekam