Suasana hangat dan khidmat terasa di acara peringatan Nuzulul Quran yang digelar DPD PDIP Jawa Timur, Kamis lalu. Tak kurang dari 500 anak yatim dan 50 janda dhuafa hadir memenuhi undangan partai. Momentum Ramadan ini dimanfaatkan betul, tak cuma untuk peringatan keagamaan, tapi juga aksi nyata. Ratusan ribu paket sembako pun disalurkan ke masyarakat.
Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah, membeberkan bahwa gerakan bagi-bagi sembako ini sudah berjalan sejak awal Maret. Angkanya cukup besar.
"Dan di Jawa Timur mulai 1 Maret kemarin sudah disebar 360 ribu paket sembako, ada beras, ada minyak goreng, ada gula. Bahwa Jawa Timur banyak (penduduknya), kemampuan kami yang penting di internal kami bisa bergotong royong," ujarnya.
Lantas, apa alasan khusus mengundang anak yatim dan janda dhuafa? Said pun menjelaskan. Menurutnya, kehadiran mereka justru diharapkan membawa keberkahan untuk para kader partai. Bukan sebaliknya.
"Kenapa DPD PDI Perjuangan sengaja mengundang anak-anak yatim? Tadi sudah disampaikan oleh Kiai Abdul Wahab Yahya selaku Wakil Ketua Bidang Keagamaan PDIP Jatim, ada 500 anak yatim itu bukan karena kami ingin memberikan berkah, bukan karena Pak Deni (Sekretaris PDIP Jatim) Mbak Reni (Bendahara PDIP Jatim), Mbah Kakung memberi berkah, bukan juga karena DPD PDIP Jatim memberi berkah, tapi karena semua yang ada di DPD PDIP Jatim ingin mendapat berkah dari anak-anak yatim kita," sambungnya.
Harapannya jelas. PDIP ingin mendapat keberkahan dari doa mereka yang tulus. Dalam ajaran Islam, doa anak yatim dan orang-orang yang teraniaya seperti ini diyakini mustajab.
"Jadi nawaitunya sesungguhnya adalah pada peringatan Nuzulul Quran sore ini, kami sungguh-sungguh berharap doa para ibu janda, para anak yatim. Karena doa para janda, doa anak yatim diijabah Allah SWT," tambah Said.
Lebih jauh, ia menegaskan hal ini selaras dengan identitas partainya. Sebagai partai yang kerap dikaitkan dengan 'wong cilik', merayakan momen suci bersama masyarakat kecil, terutama mereka yang membutuhkan, adalah sebuah keniscayaan.
"Itu kami lakukan karena ideologi kami, kecintaan kami, kecintaan partai kami sebagai partai wong cilik, PDIP bersama wong cilik. Barokah itu yang ingin kami dapatkan bersama ibu para janda dan anak yatim, Insya Allah barokah itu kami dapatkan," ungkapnya.
Di akhir, harapannya sederhana namun mendalam. Ia berharap PDIP Jatim bisa terus konsisten membantu rakyat kecil dan melahirkan kebijakan yang berpihak pada mereka.
"Mudah-mudahan juga ini bukan Ramadan terakhir bagi kita semua. Insya Allah kita akan bertemu di bulan Ramadan tahun depan, kita saling mendoakan panjang umur, umur barokah, dan umur yang dirahmati Allah SWT," tutupnya.
Artikel Terkait
Presiden Brasil Lula Kritik PBB Gagal Hentikan Konflik Global di Tengah Pameran Hanover
Tamu Hotel di Gunung Sahari Curi Uang dan Dokumen Saat Resepsionis Sarapan
Hujan Deras di Bogor Picu 17 Titik Bencana, Rumah Tertimpa Longsor
BPOM Ungkap Lonjakan Penyalahgunaan Ketamin, Aturan Baru Berhasil Tekan Distribusi